Konten dari Pengguna

Mantapkan Mutu Internasional, LPT Farmasi UMS Jalani Asesmen ISO 17025

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana asesmen ISO/IEC 17025 di Fakultas Farmasi UMS. Foto Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana asesmen ISO/IEC 17025 di Fakultas Farmasi UMS. Foto Dok Istimewa

SURAKARTA — Laboratorium Pelayanan Terpadu (LPT) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memantapkan langkah menuju penerapan standar laboratorium bertaraf internasional melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan SNI ISO/IEC 17025:2017 yang digelar pada 24–25 September 2026.

Dekan Fakultas Farmasi UMS, Prof. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D., menjelaskan bahwa asesmen ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam sistem manajemen mutu serta kompetensi teknis LPT Farmasi UMS pada empat ruang lingkup pengujian utama.

Keempat ruang lingkup tersebut meliputi deteksi cemaran DNA babi dengan metode qPCR, deteksi dan kuantifikasi etanol menggunakan metode GC-MS, serta penetapan kadar flavonoid total dan kadar fenol menggunakan spektrofotometer.

“Asesmen ini menjadi bagian penting agar LPT Farmasi UMS memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017, yakni standar yang menetapkan persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi,” ujar Erindyah, Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan, pengembangan ruang lingkup tersebut dirancang secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan pengujian di bidang kefarmasian, pangan, produk halal, bahan alam, hingga mendukung riset akademis dan pelayanan masyarakat.

Proses evaluasi ini melibatkan seluruh jajaran tim manajemen, penyelia, analis, dan personel LPT Farmasi UMS. Sementara itu, tim asesor yang bertugas terdiri dari Dr. drh. Tati Ariyanti, M.P., Anissa Tiana Sheilayanti Putri, S.Far., dan Dr. apt. Tanti Yulianti, S.Si., M.Si. Tim asesor melakukan peninjauan terhadap dokumen mutu, dokumen teknis, serta pelaksanaan witness untuk memastikan keabsahan dan konsistensi kompetensi pengujian di lapangan.

Menurut Erindyah, seluruh rangkaian asesmen berlangsung secara konstruktif dan dialogis. Evaluasi serta masukan dari tim asesor dipandang sebagai instrumen vital dalam mendorong perbaikan mutu laboratorium secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala LPT Farmasi UMS, apt. Wahyu Utami, Ph.D., menyampaikan bahwa proses ini momentum penting untuk membangun budaya mutu di lingkungan kerja harian laboratorium. Dengan demikian, setiap tahapan analisis dapat dipastikan berjalan secara konsisten, terstruktur, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dukungan juga datang dari Wakil Rektor II UMS, Prof. Dr. apt. Muhammad Da’i, M.Si., yang menegaskan bahwa penguatan sistem manajemen mutu laboratorium akan memberikan nilai tambah bagi civitas academica maupun mitra luar yang memanfaatkan layanan pengujian UMS.

Hasil serta rekomendasi dari asesmen lapangan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti sebagai dasar penyempurnaan berkelanjutan. Melalui pemenuhan standar ISO/IEC 17025:2017, Fakultas Farmasi UMS optimistis dapat terus menghadirkan layanan pengujian yang kompeten, akurat, dan terpercaya bagi masyarakat luas.