Pernah Jadi Dekan FH UMS, Khudzaifah Kini Jadi Rektor UM Banjarmasin

Berita UMS
Akun resmi milik Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dikelola oleh Bidang Humas dan Humed Unggul Mencerahkan Semesta UMS Tuan Rumah Muktamar 48 Muhammadiyah dan Aisyiyah 18-20 November 2022
Konten dari Pengguna
29 Januari 2024 12:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita UMS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dok Humas UMS
zoom-in-whitePerbesar
Dok Humas UMS
ADVERTISEMENT
ums.ac.id, SOLO - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengangkat Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tahun 2017-2021, Prof., Dr., H., Khudzaifah Dimyati, M.Hum., sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin selama 6 (enam) bulan dengan tugas khusus memproses pemilihan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin definitif.
ADVERTISEMENT
Pengangkatan itu berdasarkan dari Surat Keputusan (SK) PP Muhammadiyah nomor 14/KEP/I.0/D/2024 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang ditetapkan di Yogyakarta, 17 Januari 2024.
Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mulai berlaku sejak tanggal 24 Januari 2024 sampai dengan 23 Juli 2024.
Guru Besar bidang Teori Hukum itu mengungkapkan bahwa ia mendapat amanah dari PP Muhammadiyah melalui Rapat Pleno 10 Januari 2024.
“Tugasnya untuk memproses Pemilihan Rektor, merevisi Statuta agar disesuaikan dengan Pedoman Perguruaan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah serta memperbaiki Tata Kelola Univeristas Muhammadiyah Banjarmasin,” kata Khudzaifah, Minggu, (28/1).
Karena, lanjutnya, ada beberapa poin penting untuk ditingkatkan, seperti aspek Sumber Daya Manusia (SDM), jabatan fungsional, sistem penjaminan mutu, riset, publikasi, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Tugas khusus memproses pemilihan Rektor definitif adalah merujuk pada proses pemilihan yang berbasis pada Statuta yang akan disahkan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Artinya, pemilihan Rektor mesti taat asas pada regulasi yang menjadi rujukan.
Sebelum dirinya menerima jabatan sebagai Dekan Fakultas Hukum UMS (2017 - 2021), Khudzaifah pernah menjabat sebagai : Ketua Program Doktor (S3) Ilmu Hukum UMS (2009 - 2013) ; Wakil Direktur I Bidang Akademik Program Pascasarjana UMS (2005 - 2008) ; Ketua Program Magister (S2) Ilmu Hukum UMS (2004 - 2005) ; Wakil Direktur II Bidang Keuangan Program Pascasarjana UMS (2003 - 2004) ; Sekretaris Program Magister (S2) Ilmu Hukum UMS (2001 - 2003) ; Kepala Bidang Penalaran Kemahasiswaan UMS (1992 - 1994).
ADVERTISEMENT
Merujuk pada laman https://wartaptm.id/penguatan-kapasitas-dosen-untuk-mencapai-visi-besar-ptma/ , Khudzaifah mengungkapkan tentang tujuan besar Muhammadiyah dalam membangun fondasi yang kuat di bidang pendidikan, termasuk peningkatan kapasitas dosen, di mana tahun 2030, Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) diharapkan akan menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kebutuhan zaman.
“Visi besar kami adalah membangun fondasi yang kokoh sehingga pada tahun 2030, Universitas Muhammadiyah dapat menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan relevan dengan kebutuhan zaman,” paparnya.
Ia berharap, dalam menjalankan tugas sebagai Rektor UM Banjarmasin dapat menjalankan tugas dengan baik sebagaimana harapan PP Muhammadiyah, khususnya tugas proses pemilihan Rektor dan revisi Statuta agar disesuaikan dengan regulasi yang ada. (Yusuf/Humas)
ADVERTISEMENT