Konten dari Pengguna

Jelang Lebaran, Kepala Barantin Tinjau dan Perkuat Pengawasan di Kalbar

Border News

Border News

Penderasan Informasi Kawasan Perbatasan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Border News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Singkawang (12/03) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, arus lalu lintas penumpang dan distribusi komoditas pangan di berbagai wilayah Indonesia mulai mengalami peningkatan. Pergerakan komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya pun turut melonjak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Untuk memastikan layanan karantina tetap berjalan optimal sekaligus memperkuat fungsi pengawasan di wilayah perbatasan, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat Manaor Panggabean, melakukan safari ramadan dengan meninjau ke sejumlah tempat di Kalimantan Barat.

Peninjauan dilakukan di titik strategis di wilayah Kalimantan Barat, yakni PLBN Aruk, PLBN Jagoi Babang serta tempat layanan karantina di Bandara Singkawang dan Pelabuhan Sintete, guna memastikan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas, khususnya dalam mengantisipasi pemasukan komoditas tanpa dokumen resmi melalui jalur perbatasan dan kesiapan tempat layanan tetap berjalan optimal menjelang lebaran.

Kepala Badan Karantina saat mengunjungi PLBN Aruk, memastikan kesiapan pengawasan di perbatasan

Sahat menegaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki posisi geografis yang strategis sekaligus menantang karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. Oleh sebab itu, pengawasan karantina harus terus diperkuat, terutama pada jalur-jalur rawan yang berpotensi menjadi pintu masuk komoditas ilegal.

“Keberadaan jalur-jalur rawan harus membuat kita waspada dan perlu mengantisipasi dengan pengawasan yang lebih ketat serta sinergi antar instansi yang kuat. Kita harus memastikan setiap produk yang keluar masuk telah melalui proses sertifikasi karantina. Pengawasan tidak boleh kendor untuk mencegah masuknya ancaman hama penyakit yang dapat merusak keamanan pangan, ekosistem, dan ekonomi kita,” ujar Sahat.

Kunjungan di PLBN Jagoi Babang untuk mengantisipasi pemasukan komoditas ilegal melalui jalur tidak resmi

Berdasarkan data Karantina Kalimantan Barat, jumlah sertifikasi karantina di PLBN Aruk dan PLBN Jagoi Babang pada periode Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 1.254 kali, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 1.214 kali. Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan aktivitas lalu lintas komoditas yang melintasi wilayah perbatasan.

Selain meninjau PLBN, Sahat juga menuju Instalasi Karantina Ikan (IKI) pembibitan komoditas udang vanamei PT. Pulaumas Khatulistiwa yang berlokasi di Kabupaten Bengkayang. Fasilitas ini memiliki peran penting dalam menjamin mutu dan kesehatan komoditas perikanan yang dilalulintaskan antararea maupun untuk tujuan ekspor.

Kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia ke Instalasi karantina Ikan

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Kalimantan Barat, Ferdi, menyampaikan bahwa seluruh jajaran karantina di wilayahnya terus meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan dan pengawasan, terutama di titik-titik strategis perbatasan dan pelabuhan, serta berkomitmen memperkuat sinergi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan dan memiliki dokumen resmi.