Karantina Kalbar Tahan Daging Kelelawar di PLBN Aruk, Waspada Virus Nipah

Penderasan Informasi Kawasan Perbatasan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Border News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
SAMBAS – Petugas Karantina Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Aruk menggagalkan upaya pemasukan daging kelelawar dan puluhan kilogram ikan asin ilegal asal luar negeri pada Senin (16/2). Penahanan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi masuknya wabah Virus Nipah ke Indonesia.
Kepala Satpel PLBN Aruk, Reno Putra, mengungkapkan bahwa petugas menemukan 1 kilogram daging kelelawar yang disembunyikan di bawah tumpukan 50 kilogram ikan asin. Modus ini diduga kuat digunakan pemilik barang untuk menghindari pengawasan petugas di pintu perbatasan.

"Daging kelelawar dan ikan asin tersebut kini sudah kami amankan di ruang penahanan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur," ujar Reno Putra dalam keterangannya.
Penahanan ini menjadi prioritas karena risiko kesehatan yang tinggi. Kelelawar dikenal sebagai inang alami (reservoir) Virus Nipah, penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Selain itu, komoditas ikan asin tersebut disita karena tidak dilengkapi dokumen karantina resmi.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Ferdi, SP., M.Si, memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk senantiasa patuh pada regulasi, terutama UU 21 Tahun 2019 mengenai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan yang berlaku di perbatasan.
“Bukan tentang jumlahnya, tapi berdasarkan analisis risikonya, meskipun jumlahnya kecil, namun bisa berisiko membawa hama dan penyakit yang berbahaya baik bagi lingkungan maupun manyarakat dan sumber pangan, jika tidak memenuhi prosedur karantina,” ungkap Ferdi, Kepala Karantina Kalimantan Barat dalam keterangan
Pihaknya menyebutkan akan terus berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait, juga mengimbau pada masyarakat untuk terus menjaga keamanan sumber daya alam hayati sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi masyarakat.
