Perketat Jalur Tikus di Entikong, Karantina Kalbar Turunkan Tim Gabungan!

Penderasan Informasi Kawasan Perbatasan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Border News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ENTIKONG — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Entikong meneguhkan komitmennya dalam menjaga benteng pertahanan negara di garis batas.

Bersama dengan Bea Cukai, Imigrasi, dan Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani, Karantina menggelar Patroli Bersama Kemerdekaan untuk memperketat pengawasan serta menjaga keamanan di Pos Border Post (PLBN) Entikong.
Patroli gabungan ini menyisir sejumlah titik vital dan jalur rawan perbatasan, mulai dari area sayap kanan PLBN Entikong, Pos Komando Taktis (Kotis), hingga Pos Panga.
Penanggung Jawab Karantina Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan bahwa patroli lintas instansi ini merupakan langkah nyata untuk mengoptimalkan pengawasan di lapangan, khususnya dalam mencegah masuk dan keluarnya komoditas tanpa izin.
"Patroli bersama ini merupakan bentuk nyata sinergi antarinstansi di perbatasan. Dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal, termasuk dalam mendukung pelaksanaan tugas perkarantinaan di wilayah PLBN Entikong," ujar Swiet.
Jaga Beranda Depan NKRI dari Potensi Pelanggaran
Selain memantau situasi fisik di sepanjang garis perbatasan, agenda ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapsiagaan para petugas. Fokus Karantina Kalbar adalah memastikan lalu lintas hewan, tumbuhan, serta produk turunannya tetap terawasi dengan ketat demi mencegah masuknya hama dan penyakit berbahaya ke wilayah Indonesia.
Bagi para petugas di perbatasan, mengisi kemerdekaan tak sekadar merayakan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kerja keras dan gotong royong menjaga kedaulatan pangan serta keamanan negara.
"Semangat kemerdekaan kita wujudkan melalui kerja bersama. Setiap instansi memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, namun tujuannya sama, yaitu menjaga perbatasan dan memberikan perlindungan bagi masyarakat serta negara," tambah Swiet.
Dengan pengawasan yang terintegrasi di beranda depan NKRI, sinergi antara Karantina, Bea Cukai, Imigrasi, dan TNI diharapkan dapat menciptakan benteng perbatasan yang semakin kuat, efektif, dan berkelanjutan.5
