Sambut World Rabies Day dan HUT Karantina ke-149, BKHIT Kalbar Gelar Vaksinasi

Penderasan Informasi Kawasan Perbatasan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Border News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BADAU, KAPUAS HULU – Upaya pencegahan penyakit rabies terus diperkuat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Menyambut World Rabies Day bertema “Stronger Together” sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Karantina ke-149, Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat Satuan Pelayanan PLBN Badau menggelar vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis bagi masyarakat, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Sebanyak 35 ekor hewan mendapatkan pelayanan kesehatan, terdiri dari 32 ekor kucing, dua ekor anjing, dan satu ekor monyet.
Petugas melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan sekaligus memberikan vaksinasi rabies sebagai langkah preventif untuk menekan risiko penyebaran penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia tersebut.
Kepala BKHIT Kalimantan Barat, Ferdi, mengapresiasi partisipasi masyarakat yang membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan hewan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya bersama mencegah penyebaran rabies,” ujar Ferdi.
Ia berharap pelaksanaan vaksinasi secara berkelanjutan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dapat mendukung terwujudnya Kecamatan Badau sebagai kawasan perbatasan yang aman dan bebas rabies.
Menurut Ferdi, tema “Stronger Together” dalam peringatan World Rabies Day menjadi pengingat bahwa pengendalian rabies membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan petugas, tetapi juga peran aktif masyarakat, khususnya para pemilik hewan, dalam melakukan pencegahan sejak dini.
Selain memberikan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan, petugas BKHIT Kalimantan Barat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi mengenai peran karantina di wilayah perbatasan.
Masyarakat diberikan pemahaman terkait aturan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya antarnegara. Petugas juga mengingatkan pentingnya melaporkan dan memeriksakan komoditas yang dibawa melalui pintu masuk negara seperti PLBN Badau.
Sebagai wilayah perbatasan dengan aktivitas mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, Badau memiliki peran strategis dalam mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan serta organisme pengganggu tumbuhan maupun penyakit ikan yang dapat mengancam sumber daya hayati Indonesia.
Ferdi menambahkan, momentum HUT Karantina ke-149 menjadi refleksi bahwa pelayanan karantina harus terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Karantina harus semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya tentang vaksinasi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan hewan dan mematuhi ketentuan karantina merupakan bagian dari upaya melindungi kawasan perbatasan dan Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Masyarakat datang bersama hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan pemeriksaan dan vaksinasi, sekaligus berdiskusi dengan petugas mengenai cara menjaga kesehatan hewan serta langkah pencegahan rabies.
Melalui kegiatan vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan, dan sosialisasi perkarantinaan ini, BKHIT Kalimantan Barat berharap semangat “Stronger Together” dapat semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan perbatasan Badau yang sehat, aman, dan terlindungi dari ancaman penyakit rabies.
