Tembus Pasar Global, 25 Ton Semangka Kalbar Diekspor via PLBN Aruk

Penderasan Informasi Kawasan Perbatasan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Border News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ARUK – Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Aruk mencatat ekspor 25.000 kilogram semangka segar ke pasar internasional sepanjang Januari 2026. Komoditas hortikultura unggulan ini membukukan nilai ekonomi sebesar Rp114 juta melalui lima kali frekuensi pengiriman.
Seluruh produk telah dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan setelah melewati serangkaian tindakan karantina, termasuk pemeriksaan fisik dan penerbitan sertifikat kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate).

Penanggung Jawab Satpel PLBN Aruk, Reno Putra, menyatakan bahwa intensitas ekspor di awal tahun ini menjadi indikator positif bagi potensi sektor pertanian daerah.
“Realisasi ekspor 25 ton semangka ini menunjukkan kualitas produk petani lokal telah diakui secara internasional. Ini menjadi awal yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan pada tahun 2026,” ujar Reno dalam keterangan resminya, Senin (2/2).
Peningkatan aktivitas ekspor ini juga mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap efisiensi layanan karantina di gerbang perbatasan. Guna mempercepat arus perdagangan, Karantina Kalbar kini fokus pada digitalisasi sistem layanan serta standardisasi prosedur internasional.
Capaian ini diharapkan mendorong pelaku usaha hortikultura lain di Kalimantan Barat untuk merambah pasar luar negeri. Karantina Kalimantan Barat berkomitmen memberikan pendampingan teknis bagi para eksportir guna memfasilitasi perdagangan lintas negara dari beranda depan Indonesia.
