Bahas Cinta Terlarang, PIPAS Yogyakarta Dorong Keluarga Harmonis

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Yogyakarta bersama Perempuan Sadar Vagina (PSV) Indonesia menggelar edukasi kesehatan reproduksi bertajuk "Mengapa Cinta Terlarang Lebih Menggoda" edisi "Harta Tahta Wanita". Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY), Sabtu (24/10/2026), ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi sekaligus memperkuat ketahanan dan keharmonisan keluarga.
Kanwil Ditjenpas DIY bertindak sebagai tuan rumah dalam kegiatan yang menghadirkan pendiri PSV Indonesia, dr. Inge Satyo Ariyanto, sebagai narasumber. Mengangkat tema yang dekat dengan dinamika kehidupan rumah tangga, kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kualitas hubungan pasangan melalui komunikasi, kepercayaan, dan pemahaman terhadap kesehatan reproduksi.
Tema "Mengapa Cinta Terlarang Lebih Menggoda" menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut karena mengangkat persoalan yang kerap menjadi tantangan dalam kehidupan rumah tangga. Melalui pendekatan edukasi kesehatan, pembahasan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun hubungan yang sehat, menjaga komitmen, serta mengenali berbagai faktor yang dapat memengaruhi keharmonisan keluarga.
Dalam konteks kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Selain berkaitan dengan kesehatan fisik, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi juga dapat mendukung keterbukaan komunikasi, sikap saling menghargai, dan kemampuan pasangan dalam membangun hubungan yang bertanggung jawab.
"Menjaga keharmonisan rumah tangga bukan hanya tentang mempertahankan rasa cinta, tetapi juga bagaimana pasangan mampu membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, dan memahami kebutuhan satu sama lain. Edukasi kesehatan reproduksi menjadi penting agar setiap pasangan memiliki pengetahuan yang tepat dalam merawat hubungan dan kehidupan keluarganya," ujar Inge.
Kolaborasi antara PIPAS Yogyakarta dan PSV Indonesia ini sekaligus memperlihatkan pentingnya menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun hubungan yang lebih terbuka, sehat, dan saling mendukung.
Keterlibatan Kanwil Ditjenpas DIY sebagai tuan rumah juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan positif yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan keluarga besar Pemasyarakatan. Keharmonisan keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan individu, sekaligus menjadi sumber motivasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.
Melalui edukasi ini, PIPAS Yogyakarta bersama Kanwil Ditjenpas DIY berharap pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya menjaga hubungan keluarga dapat terus ditingkatkan. Sinergi dengan PSV Indonesia diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat fondasi keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh di lingkungan Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
