Konten dari Pengguna

Batik Wastra dan Kentongan Ukir Lapas Sleman Diminati Pasar Hingga Instansi Lain

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kakanwil ditjenpas diy meninjau produksi batik wastra lapas sleman
zoom-in-whitePerbesar
kakanwil ditjenpas diy meninjau produksi batik wastra lapas sleman

SLEMAN – Kreativitas dan keterampilan warga binaan Lapas Kelas IIB Sleman terus menunjukkan hasil yang membanggakan. Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, berbagai produk karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil berkembang menjadi produk unggulan yang diminati masyarakat, di antaranya batik wastra dan kentongan ukir khas hasil karya tangan warga binaan.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY), Muhammad Ali Syeh Banna, saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Sleman pada Kamis (9/7). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau pelaksanaan program pembinaan sekaligus memastikan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan berjalan secara optimal di satuan kerja pemasyarakatan.

Dalam kunjungannya, Kakanwil meninjau secara langsung proses produksi batik wastra dan kentongan ukir yang selama ini menjadi produk andalan Lapas Sleman. Ia menyaksikan bagaimana warga binaan terlibat aktif dalam setiap tahapan produksi, mulai dari proses pembuatan hingga penyelesaian akhir produk yang memiliki nilai seni dan nilai jual tinggi.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih Lapas Sleman patut diapresiasi karena pembinaan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek pelatihan dan produksi semata. Produk-produk hasil karya warga binaan tersebut telah berhasil menembus pasar dan mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak.

"Ini merupakan capaian yang sangat baik. Lapas Sleman tidak hanya berhasil membekali warga binaan dengan keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan pemasaran produk sehingga hasil karya mereka dikenal dan digunakan oleh masyarakat," ujar Ali Syeh.

Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk warga binaan terlihat dari tingginya permintaan terhadap batik wastra dan kentongan ukir yang diproduksi. Berbagai instansi pemerintah maupun organisasi telah menjadikan produk tersebut sebagai cendera mata, souvenir kegiatan, hingga buah tangan khas yang memiliki nilai budaya dan keunikan tersendiri.

Batik wastra yang dihasilkan mengangkat kekayaan motif dan kearifan lokal, sementara kentongan ukir menjadi produk kerajinan yang memadukan nilai seni, kreativitas, dan ketelitian dalam pengerjaannya. Keduanya menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas yang memiliki daya saing di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Kakanwil berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan setelah kembali ke lingkungan sosialnya. Menurutnya, kemampuan dan pengalaman kerja yang dimiliki akan membuka peluang untuk membangun kehidupan yang lebih baik serta meningkatkan kemandirian ekonomi.

"Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama di Lapas dapat terus dikembangkan. Ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka sudah memiliki bekal kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja, berwirausaha, dan menjalani kehidupan yang produktif," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki keterampilan, serta diterima kembali oleh masyarakat sebagai individu yang produktif dan bermanfaat.

Melalui pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan pemberdayaan ekonomi, Lapas Sleman terus menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak sekadar menjalankan pidana, tetapi juga menghadirkan harapan, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi warga binaan.