Kakanwil Ditjenpas DIY Apresiasi Bapas Yogyakarta dalam Evaluasi APBI Pratama

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, memberikan apresiasi dan dukungan kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta yang mengikuti Verifikasi Lapangan Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Pratama melalui Zoom Meeting, Jumat (16/10). Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya integritas sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemasyarakatan.
Ali Syeh Banna mengapresiasi komitmen jajaran Bapas Yogyakarta yang terus berupaya membangun tata kelola organisasi yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, evaluasi seperti APBI Pratama merupakan momentum penting untuk mengukur konsistensi penerapan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bapas Yogyakarta untuk terus mempertahankan capaian yang telah diraih, sekaligus melakukan pembenahan terhadap aspek-aspek pelayanan yang masih perlu ditingkatkan. Budaya integritas, lanjutnya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, serta komitmen memberikan pelayanan yang mudah dan transparan.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Galih Rakasiwi, bersama Tim Zona Integritas (ZI) mengikuti rangkaian verifikasi yang dilaksanakan oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Tim penilai terdiri atas perwakilan Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Imigrasi, dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut turut diikuti perwakilan Tim Evaluator Internal Reformasi Birokrasi Kanwil Ditjenpas DIY.
Verifikasi diawali dengan pembukaan dan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan virtual terhadap lingkungan kantor dan fasilitas pelayanan Bapas Yogyakarta. Melalui virtual tour, tim penilai melihat berbagai sarana pendukung, mulai dari gerbang utama, area parkir, fasilitas pelayanan publik, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), media informasi, ruang Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), ruang konsultasi, hingga fasilitas bagi penyandang disabilitas.
Pada kesempatan tersebut, Kabapas juga menjelaskan alur pelayanan serta berbagai inovasi yang dikembangkan untuk memudahkan akses masyarakat, meningkatkan kenyamanan, dan memastikan kejelasan prosedur pelayanan.
Proses evaluasi kemudian dilanjutkan melalui wawancara dengan Kepala Bapas dan pegawai untuk menggali pemahaman serta penerapan budaya integritas dalam pelaksanaan tugas. Tim penilai juga meminta keterangan dari klien Bapas, penjamin klien, mahasiswa pengguna layanan, serta petugas Polsek Godean sebagai responden eksternal. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman pengguna layanan sekaligus memastikan kesesuaian antara komitmen integritas dan penerapannya di lapangan.
Perwakilan Tim Penilai Mandiri dari Inspektorat Jenderal, Doktor Gurning, turut menyampaikan apresiasi atas upaya Bapas Yogyakarta yang telah mencapai tahap Panel TPI menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ia juga memberikan dorongan agar Bapas Yogyakarta terus menjaga konsistensi pembangunan budaya integritas dan kembali mengikuti kontestasi WBK pada tahun mendatang.
“Terus bangun budaya integritas sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah dan transparan,” ungkap Doktor Gurning.
Bagi Bapas Yogyakarta, evaluasi APBI Pratama tidak sekadar menjadi tahapan penilaian, tetapi juga kesempatan untuk mengidentifikasi ruang perbaikan dalam tata kelola organisasi, kedisiplinan petugas, dan pengembangan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan klien, masyarakat, serta para pemangku kepentingan.
Melalui apresiasi dan dukungan pimpinan wilayah, diharapkan semangat jajaran Bapas Yogyakarta dalam membangun budaya integritas semakin kuat. Upaya ini sejalan dengan komitmen Kanwil Ditjenpas DIY untuk menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
