Konten dari Pengguna

Kakanwil Ditjenpas DIY Bekali Keterampilan Pijat, Wujudkan Sehat Lahir Batin

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wujudkan Sehat Lahir Batin, Kakanwil Ditjenpas DIY Bekali Klien Bapas Wonosari dengan Pijat Energi
zoom-in-whitePerbesar
Wujudkan Sehat Lahir Batin, Kakanwil Ditjenpas DIY Bekali Klien Bapas Wonosari dengan Pijat Energi

BANTUL – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, memberikan pembekalan keterampilan melalui pelatihan dan terapi pijat energi bagi klien pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Wonosari yang tergabung dalam Griya Abhipraya Pandawa. Kegiatan berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantul, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembimbingan yang mengedepankan pendekatan humanis melalui pengembangan keterampilan, penguatan mental, dan pembentukan sikap positif. Para klien tidak hanya mendapatkan terapi pijat energi, tetapi juga mengikuti pelatihan teknik pijat serta olah pernapasan dan energi sebagai bekal untuk menjaga kebugaran dan mengembangkan kemampuan diri.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Syeh Banna mengajak para klien untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik, apa pun pengalaman yang pernah dilalui.

Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, yang artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Ayat tersebut menjadi penguatan agar para klien tetap memiliki keyakinan dan semangat dalam menjalani proses perubahan diri. Setiap kesulitan hendaknya dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan bahwa selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Ali juga menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh agar memberikan manfaat nyata. Menurutnya, keterampilan pijat yang dipelajari tidak hanya dapat digunakan untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai bekal kemandirian apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.

Selain pelatihan pijat dan terapi pijat energi, peserta mengikuti olah pernapasan sebagai bagian dari kegiatan untuk melatih ketenangan dan kesadaran diri. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mendorong para klien untuk lebih percaya diri dalam menjalani proses pembimbingan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat interaksi antara jajaran Pemasyarakatan dan klien. Melalui pendekatan yang terbuka dan penuh kepedulian, para klien didorong untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat karakter, serta membangun hubungan sosial yang positif sebagai persiapan kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Ditjenpas DIY terus mendorong pembimbingan klien yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kewajiban hukum, tetapi juga pada pengembangan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan reintegrasi sosial. Diharapkan bekal yang diperoleh dapat menjadi motivasi bagi klien Bapas Kelas II Wonosari untuk terus memperbaiki diri, menjalani kehidupan secara produktif, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.