Konten dari Pengguna

Kakanwil Ditjenpas DIY Bekali WBP dengan Keahlian Bernilai Ekonomi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kakanwil DItjenpas DIY bekali WBP Keterampilan Pijat Energi
zoom-in-whitePerbesar
Kakanwil DItjenpas DIY bekali WBP Keterampilan Pijat Energi

YOGYAKARTA – Kepedulian terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak selalu diwujudkan dalam bentuk bantuan berupa barang. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, memilih berbagi ilmu dan keterampilan sebagai bekal yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi WBP Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Rabu (14/10).

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil berbagi keterampilan Pijat Energi kepada WBP. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan WBP.

“Bantuan tidak selalu harus berupa barang. Ilmu dan keterampilan juga merupakan bentuk bantuan yang dapat terus memberikan manfaat, bahkan bisa menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian,” ujar Ali.

Menurutnya, keterampilan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan untuk membantu diri sendiri, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Dengan kemampuan yang terus diasah, keterampilan tersebut bahkan berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha ketika WBP nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Keterampilan ini bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri maupun membantu orang lain. Kalau ditekuni dan dikembangkan, bukan tidak mungkin bisa menjadi salah satu sumber penghasilan,” lanjutnya.

Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para WBP mengikuti setiap tahapan yang diberikan Kakanwil, mulai dari pengenalan teknik hingga praktik secara langsung. Mereka secara bergantian mempraktikkan teknik pijat kepada sesama WBP sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat merasakan secara langsung penerapan keterampilan tersebut.

Praktik bersama ini sekaligus menjadi ruang bagi WBP untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka dalam menguasai keterampilan baru. Pendekatan pembinaan semacam ini diharapkan mampu mendorong WBP untuk terus menggali potensi diri selama menjalani masa pembinaan.

Kakanwil menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan selama WBP berada di dalam Lapas, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki bekal yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat.

“Harapannya, apa yang dipelajari hari ini bisa terus dikembangkan. Ketika kembali ke masyarakat, ada keterampilan yang bisa digunakan untuk membantu keluarga, lingkungan sekitar, maupun menjadi bekal untuk bekerja dan berusaha,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Ditjenpas DIY terus mendorong pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi WBP. Pemberian ilmu dan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan WBP agar mampu kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.