Konten dari Pengguna

Kakanwil Ditjenpas DIY Beri Pelayihan Pijat Energy Bagi Pegawai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

pelatihan pihat energy oleh kakanwim ditjenpas diy
zoom-in-whitePerbesar
pelatihan pihat energy oleh kakanwim ditjenpas diy

YOGYAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY), Muhammad Ali Syeh Banna, membekali jajaran pegawai Kanwil Ditjenpas DIY dengan keterampilan Pijat Energy sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pelayanan, Senin (20/7). Kegiatan yang berlangsung di Musala Al-Ishlah ini dilaksanakan setelah penguatan kerohanian pegawai sebagai rangkaian pembinaan jasmani dan rohani bagi aparatur.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pimpinan terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik sekaligus memperkuat ketahanan mental pegawai. Melalui bekal keterampilan sederhana namun bermanfaat, diharapkan setiap pegawai mampu menjaga kebugaran diri serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Sebelum pelatihan dimulai, Muhammad Ali Syeh Banna memberikan penguatan mental dan spiritual kepada seluruh peserta. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, ia mengajak para pegawai untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara.

Menurutnya, keberhasilan dalam melaksanakan tugas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi dan kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas kepribadian, integritas, serta ketenangan batin. Nilai-nilai spiritual, kata dia, menjadi pondasi penting yang mampu membentuk karakter ASN yang tangguh, berakhlak, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Setiap manusia memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Bekali diri dengan ilmu, jaga kesehatan, dekatkan diri kepada Tuhan, dan jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain," pesannya di hadapan seluruh peserta.

Memasuki sesi praktik, para pegawai tampak antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan. Dengan bimbingan langsung dari Kakanwil, peserta mempraktikkan berbagai teknik dasar pijat energi secara bergantian. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, diselingi diskusi mengenai titik-titik terapi serta manfaat yang dapat dirasakan apabila teknik dilakukan dengan benar.

Muhammad Ali Syeh Banna menjelaskan bahwa pijat energi merupakan salah satu metode terapi sederhana yang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, serta meningkatkan relaksasi. Menurutnya, keterampilan tersebut tidak hanya berguna untuk kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan semangat saling membantu.

"Aparatur Pemasyarakatan harus memiliki kepedulian yang tinggi, baik terhadap kesehatan dirinya maupun terhadap orang lain. Ketika kita memiliki kemampuan untuk membantu sesama, sekecil apa pun, maka itu menjadi nilai tambah dalam membangun budaya kerja yang humanis dan penuh kepedulian," ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa budaya hidup sehat harus menjadi bagian dari keseharian pegawai. Kondisi fisik yang prima akan mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang semakin dinamis, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara optimal.

Melalui pelatihan ini, Muhammad Ali Syeh Banna berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti hanya sebagai materi pelatihan, tetapi dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menginginkan setiap pegawai mampu memanfaatkan keterampilan tersebut sebagai bekal untuk memberikan pertolongan sederhana kepada keluarga, rekan kerja, maupun masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Kanwil Ditjenpas DIY dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki karakter yang humanis. Dengan perpaduan penguatan spiritual dan peningkatan keterampilan praktis, diharapkan seluruh pegawai semakin siap menjalankan tugas Pemasyarakatan secara profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat.