Kanwil Ditjenpas DIY Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerja sama dengan Puskesmas Pakualaman Yogyakarta menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TBC), Rabu (23/9/2026). Bertempat di Kanwil Ditjenpas DIY, kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai dan peserta MagangHub Batch 1 Tahun 2026 di lingkungan Kanwil Ditjenpas DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan kesehatan serta deteksi dini faktor risiko penyakit.
Dokter Kepala Puskesmas Pakualaman, Ika Maharani, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi kesehatan peserta. Sebelum menjalani pemeriksaan, peserta CKG terlebih dahulu melakukan pengisian skrining kesehatan dan pemindaian barcode kesehatan.
“Screening dimulai dari pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, kemudian pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan gula darah, konsultasi gigi, maupun skrining tuberkulosis (TBC),” jelas Ika.
Menurut Ika Maharani, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini. Salah satunya melalui pemeriksaan kadar gula darah dan faktor risiko lainnya yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan peserta. Sementara itu, skrining TBC dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan adanya faktor risiko tuberkulosis sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan Kanwil Ditjenpas DIY, Ina Purwaningati Saputro, menyampaikan bahwa CKG merupakan salah satu langkah untuk membantu pegawai dan peserta MagangHub mengenali kondisi kesehatannya.
“Melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini, kami berharap seluruh pegawai dan peserta magang dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan, kita dapat lebih memperhatikan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan,” ujar Ina.
Pemeriksaan diawali dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah. Peserta juga menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana melalui pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar gula darah, konsultasi gigi, serta skrining TBC.
Seluruh hasil pemeriksaan kemudian dicatat dan diinput sebagai skrining awal kondisi kesehatan peserta. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan sekaligus membantu mengidentifikasi faktor risiko yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Apabila hasil skrining menunjukkan adanya keluhan atau faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi maupun kadar gula yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, peserta akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Peserta dapat melakukan registrasi untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut maupun memperoleh rujukan ke Faskes 1 atau Pukesmas Pakualaman Yogyakarta sesuai dengan hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Melalui pelaksanaan CKG dan skrining TBC, Kanwil Ditjenpas DIY berharap kesadaran pegawai dan peserta MagangHub terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat serta mendorong penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
