Kanwil Ditjenpas DIY Ikuti Apel Virtual dan Penguatan Ditjenpas

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA -- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) mengikuti apel virtual sekaligus kegiatan penguatan bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Zoom Meeting, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan memberikan arahan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan diawali dengan arahan dan penguatan yang disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi. Dalam arahannya, Mashudi mengingatkan pentingnya menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama warga binaan yang terdampak bencana alam. Ia juga meminta jajaran Pemasyarakatan di berbagai wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit dengan menggunakan masker.
“Kita harus menyikapi kepedulian terhadap sesama masyarakat maupun warga binaan kita yang terkena bencana alam. Daerah lain juga harus mengantisipasi untuk menggunakan masker,” ujar Mashudi.
Selain itu, Mashudi menekankan perlunya koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mendapatkan informasi terkait kondisi maupun potensi bencana di setiap daerah. Koordinasi tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sehingga jajaran dapat melakukan langkah antisipasi apabila terjadi bencana alam.
“Kita juga harus koordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kondisi yang ada di daerah masing-masing. Oleh karena itu, kita harus mengantisipasi dan tidak boleh menyepelekan bencana alam,” jelasnya.
Dalam penguatan tersebut, Mashudi turut menyoroti pentingnya meningkatkan pemantauan dan pengamanan untuk menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan Pemasyarakatan. Seluruh jajaran diminta bersikap tegas dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk peredaran narkoba dan praktik penipuan.
Di sisi lain, perhatian terhadap kondisi warga binaan juga perlu terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi di lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan negara (rutan) tetap aman dan kondusif, sekaligus membangun komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan.
Mashudi juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan serta pembinaan terhadap pegawai. Jajaran diminta mencermati berbagai potensi pelanggaran, termasuk indikasi keterlibatan dalam judi online. Selain pengawasan, aspek kesejahteraan pegawai juga perlu menjadi perhatian, seperti gaji berkala dan pola gaya hidup. Dalam pelaksanaannya, Kepala Kantor Wilayah memiliki peran penting dalam memastikan kekompakan, soliditas, dan sinergi di antara seluruh jajaran tetap terjaga.
Lebih lanjut, Mashudi berharap jajaran Pemasyarakatan terus membangun koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut mencakup Balai Pemasyarakatan (Bapas), gubernur, wali kota, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas sekaligus memastikan tugas dan fungsi utama Pemasyarakatan tetap terlaksana secara optimal.
“Harapannya, kita harus koordinasi dengan beberapa Bapas, gubernur, wali kota, dan lain-lain untuk bekerja sama. Jangan sampai dalam pelaksanaannya kita menghilangkan tugas dan fungsi kita. Selain itu, kita juga harus jaga kesehatan maupun saling mengingatkan dengan satu sama lain dan sukses selalu,” tegasnya.
Melalui apel virtual dan kegiatan penguatan ini, seluruh jajaran Pemasyarakatan diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi dan pengawasan, serta mempertahankan soliditas dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Penguatan sinergi dengan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam menghadapi beragam tantangan dan mendukung terwujudnya penyelenggaraan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan profesional.
