Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Harapan Baru bagi Anak Binaan di LPKA Jogja

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Semangat Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 terasa berbeda di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Yogyakarta. Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", berbagai unsur pemerintah, lembaga pemasyarakatan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, komunitas, hingga keluarga anak bersatu dalam aksi kolaborasi untuk memastikan setiap anak, termasuk Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), tetap memperoleh haknya untuk tumbuh, berkembang, dan menata masa depan yang lebih baik.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional yang digelar pada Sabtu (1/8) ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan sepanjang Juli 2026 yang diinisiasi melalui Program INKLUSI oleh PKBI bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaboratif yang menghadirkan suara anak, memperkuat peran keluarga, sekaligus memperlihatkan hasil pembinaan yang telah dijalani anak-anak binaan di LPKA Kelas II Yogyakarta.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY Muhammad Ali Syeh Banna menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan, pembinaan, dan kesempatan kedua bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pembinaan.
"Setiap anak memiliki hak untuk memperoleh masa depan yang lebih baik. Anak yang pernah berhadapan dengan hukum tetap memiliki potensi, cita-cita, dan kesempatan untuk bangkit. Tugas kita bersama adalah mendampingi mereka agar kembali percaya diri, memiliki keterampilan, serta siap kembali menjadi bagian dari masyarakat," ujarnya.
Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai jalannya kegiatan. Anak-anak binaan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menunjukkan kreativitas, bakat, serta rasa percaya diri yang terus berkembang selama mengikuti program pembinaan. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat secara langsung berbagai hasil karya kreatif anak binaan melalui pameran yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan mereka.
Salah satu momen yang paling bermakna adalah dialog antara anak-anak binaan dengan para pemangku kebijakan. Dalam forum tersebut, anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta harapan mereka terkait proses pembinaan maupun kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat. Penyampaian Suara Anak menjadi simbol bahwa setiap anak berhak didengar dan dilibatkan dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingannya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan deklarasi kolaborasi oleh berbagai pemangku kepentingan. Deklarasi tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, balai pemasyarakatan, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, komunitas, dan keluarga dalam mendukung reintegrasi sosial Anak Berhadapan dengan Hukum.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kanwil Ditjenpas DIY, LPKA Kelas II Yogyakarta, Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta, Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari, Dinas Sosial DIY, BP3AP2, PUSPAGA, PKBI, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, sekolah mitra, hingga orang tua dan wali anak.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, seluruh pihak berharap semakin tumbuh kesadaran bahwa keberhasilan pembinaan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh dukungan, setiap anak memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, serta kembali menatap masa depan dengan optimisme.
Peringatan Hari Anak Nasional di LPKA Kelas II Yogyakarta pun menjadi bukti bahwa kasih sayang, perlindungan, dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi Indonesia.
