Monev di Lapas Yogyakarta, Bappenas Dukung Pembinaan Jadi Percontohan

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Direktur Pembangunan Hukum, HAM, Imipas, Hendra Wahanu Prabandani, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Jumat (25/9). Kegiatan tersebut didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DIY, Muhammad Ali Syeh Banna.
Pelaksanaan monev menjadi bagian dari upaya mengukur efektivitas berbagai program Pemasyarakatan dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), kesiapan reintegrasi sosial, serta keberlanjutan pendampingan setelah kembali ke masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Hendra memfokuskan tinjauan pada penyelenggaraan pembinaan dan pemberdayaan WBP di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Peninjauan mencakup pelaksanaan pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian yang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan WBP agar memiliki bekal keterampilan, sikap, dan kemampuan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan keterampilan dan kemampuan produktif kepada WBP, sedangkan pembinaan kepribadian dilakukan untuk mendukung perubahan sikap, perilaku, serta peningkatan kualitas diri. Kedua aspek tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam mempersiapkan WBP menghadapi proses reintegrasi sosial secara lebih baik.
Selain melihat langsung pelaksanaan program pembinaan, Hendra juga meninjau kondisi lingkungan Lapas serta kolaborasi yang dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan pembinaan. Kolaborasi dengan stakeholder menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas dukungan terhadap proses pembinaan dan pemberdayaan WBP.
Pada akhir kunjungan, Hendra menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembinaan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Ia menilai sejumlah praktik yang ditemui selama kunjungan dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di satuan kerja Pemasyarakatan lainnya.
“Menurut saya dari kunjungan ini yang kami dapatkan sebagai teladan, mulai dari kolaborasi yang dilakukan untuk memberikan pembinaan bersama stakeholder, lingkungannya bersih. Saya pikir ini merupakan contoh yang baik, bisa dilaksanakan Lapas-Lapas yang lain. Sekali lagi apresiasi untuk Lapas Kelas IIA Yogyakarta,” tutur Hendra menutup kunjungan.
Melalui monitoring dan evaluasi secara langsung, pelaksanaan pembinaan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta diharapkan terus diperkuat dan dikembangkan sesuai kebutuhan WBP. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, meningkatkan kemandirian WBP, serta mendukung keberhasilan reintegrasi sosial.
