Konten dari Pengguna

Squad Nusantara Jajaki Kerjasama Pemasaran Hasil Karya WBP di Yogyakarta

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

peninjauan galery hasil karya wbp diy oleh squad nusantara
zoom-in-whitePerbesar
peninjauan galery hasil karya wbp diy oleh squad nusantara

YOGYAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Squad Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Wilayah Ditjenpas DIY, Rabu (8/7).

Audiensi tersebut membahas peluang kerja sama dalam memperluas pemasaran produk hasil karya WBP yang dihasilkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah DIY. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk warga binaan sekaligus memperkuat implementasi program pembinaan kemandirian yang menjadi salah satu fokus Pemasyarakatan.

Ketua DPW Squad Nusantara DIY, Loren AF, menyampaikan bahwa Squad Nusantara merupakan organisasi kemasyarakatan berskala nasional yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, produk hasil karya warga binaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan apabila didukung dengan strategi pemasaran yang tepat.

"Kami melihat hasil karya warga binaan memiliki kualitas dan potensi yang baik. Melalui kolaborasi ini, kami ingin turut berkontribusi dalam memperluas jejaring pemasaran sehingga produk-produk tersebut semakin dikenal masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi proses pembinaan," ujar Loren.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DIY, Muhammad Ali Syeh Banna, menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan di dalam Lapas maupun Rutan, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

"Sebetulnya para WBP di Jogja ini sudah sangat produktif. Berbagai produk telah dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan kualitas dan penguatan pemasaran agar produk-produk tersebut mampu bersaing dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ungkap Ali Syeh.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Squad Nusantara diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus meningkatkan keterampilan dan kualitas hasil karyanya. Hal tersebut sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan agar menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali berperan sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kanwil Ditjenpas DIY berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian sebagai bagian dari implementasi Pemasyarakatan yang berdampak. Dukungan terhadap pemasaran hasil karya warga binaan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk, tetapi juga menjadi wujud nyata kepercayaan masyarakat terhadap proses pembinaan yang diselenggarakan di lingkungan Pemasyarakatan.