Konten dari Pengguna

Sulap Limbah Jadi Inovasi, Rutan Jogja Jadi Percontohan BPK

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inovasi Pengelolaan Sampah Rutan Jogja Menarik Perhatian BPK (Sumber : Humas Kanwil Ditjenpas DIY)
zoom-in-whitePerbesar
Inovasi Pengelolaan Sampah Rutan Jogja Menarik Perhatian BPK (Sumber : Humas Kanwil Ditjenpas DIY)

YOGYAKARTA – Inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta menarik perhatian Balai Diklat Pemeriksaan Keuangan Negara (BD PKN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Inovasi tersebut menjadi salah satu objek pembelajaran dalam studi lapangan peserta Pelatihan Pemeriksaan Kinerja Pengelolaan Sampah, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan lapangan ini memberikan kesempatan kepada peserta pelatihan untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sampah diterapkan di lingkungan pemasyarakatan. Rombongan disambut oleh Kepala Rutan Kelas IIA Yogyakarta beserta jajaran sebelum mengikuti rangkaian peninjauan di area rutan.

Lingkungan pemasyarakatan memiliki kebutuhan pengelolaan sampah yang tidak sederhana. Aktivitas penghuni dan petugas setiap hari menghasilkan sampah yang membutuhkan penanganan secara teratur agar tidak berdampak terhadap kebersihan maupun kesehatan lingkungan. Kondisi tersebut mendorong Rutan Yogyakarta untuk mengembangkan berbagai langkah pengelolaan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah alat pengolah sampah hasil inovasi Rutan Yogyakarta. Peserta melihat langsung sarana tersebut sekaligus memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung proses pengolahan limbah di lingkungan rutan.

Pemanfaatan alat tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Yogyakarta untuk tidak hanya mengandalkan pengelolaan sampah secara konvensional, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Bagi peserta pelatihan BPK, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan konsep pemeriksaan kinerja dengan kondisi nyata di lapangan. Pengamatan terhadap proses dan sarana pengelolaan sampah memberikan perspektif mengenai bagaimana efektivitas, efisiensi, serta keberlanjutan dapat diterapkan dalam tata kelola persampahan.

Selain menjadi ruang pembelajaran, studi lapangan ini juga membuka peluang pertukaran pengetahuan antara peserta pelatihan BPK dengan jajaran Rutan Yogyakarta. Praktik yang diterapkan di lapangan dapat menjadi gambaran mengenai berbagai tantangan sekaligus potensi inovasi dalam pengelolaan sampah di lingkungan pemasyarakatan.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Rutan Yogyakarta dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berkelanjutan. Melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, Rutan Yogyakarta terus mendorong pengelolaan lingkungan yang adaptif serta menghadirkan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi pengelolaan sampah di lingkungan pemasyarakatan.