Suntikkan Semangat Perubahan, Ajak Warga Binaan Optimistis Menatap Masa Depan

Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Warta PAS Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA – Masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan pelajaran untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik. Pesan inilah yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ali Syeh Banna, saat memberikan penguatan mental dan spiritual kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Rabu (14/10). Bertempat di Masjid Al-Fajr, kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun optimisme, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan tekad warga binaan untuk terus memperbaiki diri.
Dalam tausiah dan penguatannya, Kakanwil mengajak warga binaan merenungkan kandungan Surah Al-Asr sebagai pengingat akan pentingnya menghargai waktu. Ia menekankan bahwa waktu yang dimiliki harus dimanfaatkan untuk memperkuat iman, melakukan kebaikan, serta saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Muhammad Ali Syeh Banna menegaskan bahwa setiap orang memiliki kisah dan perjalanan hidup masing-masing. Pengalaman masa lalu, termasuk kesalahan yang pernah dilakukan, hendaknya dijadikan bahan introspeksi dan pembelajaran, bukan alasan untuk kehilangan harapan. Menurutnya, kesempatan untuk berubah selalu terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemauan dan kesungguhan.
“Semua orang punya masa lalu, tetapi manusia juga memiliki masa depan. Kita boleh meratapi masa lalu, cukup dijadikan guru, tapi jangan lupa menatap masa depan, ia lebih luas,” pesan Muhammad Ali Syeh Banna.
Ia juga mengajak warga binaan untuk memahami bahwa keberuntungan tidak semata-mata datang dengan sendirinya, tetapi perlu diiringi keyakinan, usaha, dan tindakan nyata. Masa pembinaan yang sedang dijalani hendaknya dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk membangun kebiasaan positif, memperbaiki perilaku, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Penguatan mental dan spiritual ini menjadi bagian penting dari pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Selain menjalani program pembinaan yang telah ditetapkan, warga binaan juga membutuhkan dukungan moral dan pendekatan humanis untuk menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat karakter, serta membangun harapan akan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakanwil Ditjenpas DIY yang memberikan motivasi secara langsung kepada warga binaan. Ia berharap perhatian dan pesan yang disampaikan dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk mengikuti setiap tahapan pembinaan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas DIY terus memperkuat pembinaan kepribadian yang berorientasi pada perubahan perilaku dan pemulihan diri. Dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan, optimisme, dan semangat untuk berbenah, warga binaan diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai titik awal untuk menata kehidupan, meraih kesempatan baru, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
