Konten dari Pengguna

Ahya’s Fest 2026 Unismuh Asah Intelektualitas, Integritas, dan Sportivitas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Unismuh Makassar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ahya’s Fest 2026 Unismuh Asah Intelektualitas, Integritas, dan Sportivitas
zoom-in-whitePerbesar
Ahya’s Fest 2026 Unismuh Asah Intelektualitas, Integritas, dan Sportivitas

KABAR UNISMUH, MAKASSAR — Sekitar 200 pelajar dan mahasiswa mengikuti Ahwal Syakhshiyah Festival 2026 (Ahya’s Fest) yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Ahwal Syakhshiyah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Festival yang berlangsung di lingkungan Kampus Unismuh Makassar itu digelar mulai Senin, 7 September hingga 14 September 2026 dengan mengusung tema “Cendekia Berintegritas, Unggul dalam Pikiran, Mulia dalam Tindakan, Sportif dalam Pertandingan.”

Peserta berasal dari jenjang SMP dan SMA sederajat serta mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Makassar. Pembukaan Ahya’s Fest berlangsung Senin, 7 September 2026 dan dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar, pendamping peserta, serta perwakilan sekolah. Panitia menyiapkan lima cabang perlombaan, yakni Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), pidato Bahasa Arab, desain grafis, dan futsal. Ragam cabang tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta pada aspek keagamaan, intelektual, kreativitas, serta sportivitas.

Didorong Menjadi Agenda Nasional

Wakil Dekan III FAI Unismuh Makassar, Elly Oskar, mengapresiasi kemampuan Himaprodi Ahwal Syakhshiyah menghadirkan festival yang melibatkan sekitar 200 peserta. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pada awal periode kepengurusan menjadi modal baik dalam membangun jejaring sekaligus memperkenalkan Prodi Ahwal Syakhshiyah kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Himaprodi karena telah berhasil menyelenggarakan agenda sebesar ini dengan melibatkan sekitar 200 peserta. Pelaksanaan di awal periode sebelum penerimaan mahasiswa baru ini sangat tepat,” ujar Elly Oscar. Ia berharap Ahya’s Fest tidak berhenti pada skala lokal.

“Semoga ke depannya Ahya’s Fest bisa naik level ke kancah nasional dan membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas maupun kuantitas Prodi Ahwal Syakhshiyah,” tambahnya. Menurut Elly, kegiatan kemahasiswaan yang melibatkan peserta dari luar kampus dapat menjadi salah satu ruang untuk memperluas interaksi akademik sekaligus membangun reputasi program studi.

Apresiasi Kemandirian Panitia

Ketua Program Studi Ahwal Syakhshiyah Unismuh Makassar, Dr Muktashim Billah, Lc., M.H., mengapresiasi kemandirian mahasiswa dalam mempersiapkan edisi kedua Ahya’s Fest. Ia menilai soliditas panitia menjadi salah satu kekuatan pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Sejauh ini, Ketua Himaprodi Dhevaiz belum sekalipun datang mengeluh kepada kami mengenai kendala persiapan. Ini membuktikan kedewasaan dan soliditas tim,” ujar Muktasimbillah. Menurutnya, Ahya’s Fest juga membantu Prodi Ahwal Syakhshiyah semakin terbuka kepada masyarakat.

“Acara ini sangat membantu prodi agar lebih dipandang, semakin inklusif, sekaligus mengenalkan keberadaan Prodi Ahwal Syakhshiyah Unismuh Makassar kepada masyarakat luas. Kepada seluruh peserta, selamat berkompetisi,” tuturnya.

Ia berharap festival tersebut menjadi ruang perjumpaan antara mahasiswa Unismuh dengan pelajar dan mahasiswa dari berbagai institusi, sekaligus memperkenalkan bidang keilmuan Ahwal Syakhshiyah secara lebih luas.

Tidak Hanya Mengejar Juara

Ketua Himaprodi Ahwal Syakhshiyah, Dhevaiz Qalbutama Ramadhan, mengatakan Ahya’s Fest dirancang tidak semata-mata sebagai arena mencari pemenang. Menurutnya, nilai integritas, kemampuan intelektual, kemuliaan sikap, serta sportivitas menjadi pesan utama yang hendak ditanamkan kepada peserta. “Ahya’s Fest kami hadirkan sebagai wadah bagi siswa dan mahasiswa untuk mengasah intelektualitas. Melalui tema yang kami angkat, kami ingin menekankan bahwa seorang cendekiawan tidak hanya dituntut unggul secara wawasan, tetapi wajib memiliki integritas mendalam serta kemuliaan dalam setiap tindakan dan sikap sportif dalam perjumpaan,” ujar Dhevaiz.

Ia juga melihat antusiasme sekitar 200 peserta sebagai tanda bahwa Himaprodi Ahwal Syakhshiyah semakin terbuka dalam membangun hubungan dengan masyarakat. “Dengan diselenggarakannya Ahya’s Fest yang menghadirkan sekitar 200 peserta ini, kami membuktikan bahwa Himaprodi Ahwal Syakhshiyah kini lebih inklusif dan tidak lagi eksklusif sebagaimana pandangan sebagian orang di luar sana,” ungkapnya. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih terbaik bagi almamater dan masyarakat,” lanjut Dhevaiz.

Perkuat Pendidikan dan Pembinaan Karakter

Lima cabang lomba dalam Ahya’s Fest dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta secara beragam. MHQ dan MQK mengasah kemampuan keagamaan, pidato Bahasa Arab melatih kemampuan komunikasi, desain grafis mendorong kreativitas digital, sedangkan futsal menumbuhkan kerja sama dan sportivitas.

Himaprodi Ahwal Syakhshiyah menargetkan Ahya’s Fest dapat menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pengembangan festival tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat citra Prodi Ahwal Syakhshiyah, tetapi juga menghadirkan ruang pembinaan generasi muda yang mengintegrasikan kecakapan intelektual, spiritual, kreativitas, dan karakter.

Pelaksanaan Ahya’s Fest 2026 juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, terutama melalui penyediaan ruang belajar dan pengembangan kompetensi generasi muda di luar pembelajaran formal. Kompetisi yang menekankan integritas, kerja sama dan sportivitas turut beririsan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui pembentukan karakter generasi muda yang menjunjung nilai kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

Kontributor: Nengsih Romi Abbas/ Bukhairul Iman

Editor: Hadisaputra