Konten dari Pengguna

Pengukuhan Alumni PPG Unismuh: Dedikasi untuk Pendidikan Masa Depan

Kabar Unismuh Makassar
Informasi seputar prestasi dan kegiatan kampus Unismuh Makassar
24 Februari 2025 9:01 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Unismuh Makassar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanada S.T, M.T, IPU mengukuhkan 457 Orang Guru Profesional melalui Program Profesi Guru (PPG) PRajabatan Gelombang I
zoom-in-whitePerbesar
Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanada S.T, M.T, IPU mengukuhkan 457 Orang Guru Profesional melalui Program Profesi Guru (PPG) PRajabatan Gelombang I
ADVERTISEMENT
KABAR UNISMUH, MAKASSAR — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengukuhkan 457 orang calon guru profesional melalui Program Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang I. Acara yang digelar di Hotel Four Point, Jumat, 21 Februari 2025 ini, menyoroti tantangan besar dunia pendidikan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib, Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan, kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia terus meningkat. Setiap tahunnya, sekitar 70.000 guru memasuki masa pensiun, sementara jumlah lulusan PPG belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
“Program Profesi Guru bukan hanya menjadi syarat formal, melainkan sebuah kewajiban untuk menjamin kompetensi guru di Indonesia. Tanpa peningkatan peserta PPG, kekurangan tenaga pendidik akan terus menjadi persoalan yang belum terselesaikan,” ujar Erwin.
Distribusi Guru Masih Belum Merata
Selain jumlah yang belum memadai, Erwin menyoroti ketimpangan distribusi guru di berbagai wilayah. Menurutnya, kecenderungan tenaga pendidik memilih mengajar di kota besar menjadi tantangan tersendiri, sementara daerah-daerah pelosok dan kawasan industri justru kekurangan tenaga pengajar yang memadai.
Data Kementerian Pendidikan menunjukkan, jumlah guru bersertifikasi di beberapa daerah bahkan masih di bawah 50 persen. “Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana kita bisa mendistribusikan guru secara merata,” tambah Erwin.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengajak alumni PPG Unismuh untuk turut serta mengenalkan kampus tersebut ke lingkungan sekitar. “Jika satu alumni mengajak satu calon mahasiswa baru, itu sudah menjadi kontribusi nyata bagi keberlangsungan pendidikan,” katanya.
Guru Profesional, Pilar Masa Depan Indonesia
Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan inovasi bagi para pendidik. Ia mengingatkan bahwa menjadi guru bukan sekadar memenuhi standar administratif, tetapi juga mengemban tanggung jawab moral untuk membentuk karakter peserta didik.
“Seorang guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi membentuk manusia berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Rakhim. Ia menambahkan bahwa di era digital ini, inovasi menjadi kunci dalam menciptakan metode pembelajaran yang menarik.
ADVERTISEMENT
Mempersiapkan Generasi Emas 2045
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Irwan Akib, dalam pidatonya menggarisbawahi peran strategis guru dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, guru yang profesional tidak hanya bertanggung jawab mencetak generasi cerdas secara akademis, tetapi juga membangun akhlak dan integritas siswa.
“Keberhasilan pendidikan kita akan ditentukan oleh seberapa baik guru mampu membangun karakter dan mental siswa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan moral di dunia pendidikan, seperti kasus perundungan dan kekerasan di sekolah. “Jika masalah-masalah ini terus terjadi, berarti ada sistem pendidikan yang perlu dievaluasi,” tegasnya.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Di akhir acara, seluruh peserta PPG Unismuh Makassar mendapat apresiasi atas dedikasi mereka dalam menempuh pendidikan profesi ini. Prof. Irwan berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang akan membawa pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.
ADVERTISEMENT
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan ini. Mari terus mengembangkan diri dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan bangsa,” tutupnya.