Perkuat Internasionalisasi, BKPI Unismuh Kirim 17 Mahasiswa KKN-PPL ke Thailand

Informasi seputar prestasi dan kegiatan kampus Unismuh Makassar
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Unismuh Makassar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KABAR UNISMUH - YALA, THAILAND. Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) Internasional di Thamavitya Mulniti School, Yala, Thailand Selatan.
Para mahasiswa diterima secara resmi oleh Kepala Sekolah Thamavitya Mulniti School, H. Razi Ben Sulong H. Razi Ben Sulong dan Arfan Mafa’ selaku pengajar serta bagian Humas Ma’had. Mahasiswa BIPI diterima pada Senin, 31 Agustus 2026. Penerimaan tersebut menandai dimulainya rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian mahasiswa BKPI Unismuh di salah satu lembaga pendidikan Islam di Thailand Selatan.
Seremoni penerimaan berlangsung di lingkungan Thamavitya Mulniti School dan dihadiri jajaran pimpinan sekolah, wakil kepala sekolah, guru, serta staf akademik. Rombongan mahasiswa BKPI didampingi dosen FAI Unismuh, Sandi Pratama, S.Pd.I., M.Pd.
Razi Ben Sulong menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FAI Unismuh menjadikan Thamavitya Mulniti School sebagai salah satu mitra pelaksanaan KKN-PPL Internasional.
Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan mendukung mahasiswa selama menjalani program, baik melalui penyediaan fasilitas, pendampingan akademik, maupun kesempatan berinteraksi langsung dengan siswa dan komunitas pendidikan setempat.
Kehadiran mahasiswa Unismuh diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses praktik akademik, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Thailand, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam dan layanan bimbingan konseling.
Sandi Pratama mengatakan KKN-PPL Internasional menjadi salah satu bentuk komitmen Prodi BKPI FAI Unismuh dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas dan lingkungan pendidikan di Indonesia.
“Mahasiswa BKPI tidak hanya belajar teori bimbingan dan konseling di dalam kelas, tetapi juga harus mampu mengaplikasikan kompetensinya di berbagai konteks, termasuk di kancah internasional,” kata Sandi.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di Thailand Selatan memberikan pengalaman penting karena mereka akan berhadapan langsung dengan lingkungan pendidikan yang memiliki latar bahasa, budaya, dan sistem pendidikan berbeda.
“Kegiatan KKN-PPL Internasional ini menjadi wadah strategis bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan konseling lintas budaya, memperkaya perspektif akademik, dan membangun jejaring profesional global,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman internasional juga menjadi bagian dari upaya Prodi BKPI meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, serta kompetensi profesional yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.
Selama menjalani KKN-PPL Internasional, 17 mahasiswa BKPI Unismuh akan mengikuti sejumlah kegiatan yang dirancang bersama pihak sekolah.
Kegiatan tersebut meliputi observasi proses pembelajaran, praktik mengajar di kelas, pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling bagi siswa, pendampingan kegiatan ekstrakurikuler, hingga pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekitar Thamavitya Mulniti School.
Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mempelajari secara langsung sistem pendidikan Islam di Thailand Selatan, mulai dari penerapan kurikulum, metode pembelajaran, pengelolaan sekolah, hingga pola layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik.
Pengalaman tersebut diharapkan memperkaya kemampuan mahasiswa dalam membaca kebutuhan peserta didik yang berasal dari latar sosial dan budaya berbeda.
Bagi mahasiswa BKPI, praktik di Thailand Selatan sekaligus menjadi laboratorium sosial untuk menguji kemampuan komunikasi, adaptasi, pemecahan masalah, serta penerapan pendekatan konseling dalam situasi lintas budaya.
Pengalaman itu selanjutnya dapat menjadi bahan refleksi akademik ketika mahasiswa kembali mengikuti proses pembelajaran di Unismuh.
Pemilihan Yala sebagai lokasi kegiatan juga memiliki arti penting. Wilayah Thailand Selatan memiliki komunitas Muslim yang kuat dengan tradisi pendidikan Islam yang berkembang melalui berbagai lembaga pendidikan formal maupun keagamaan.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa Unismuh untuk melihat secara langsung dinamika pendidikan Islam dalam konteks masyarakat Asia Tenggara yang berbeda dengan Indonesia.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan Indonesia dan Thailand. Pertemuan mahasiswa, dosen, guru, dan pengelola lembaga pendidikan dari kedua negara membuka peluang lahirnya kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, kegiatan akademik bersama, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program pendidikan yang melibatkan kedua institusi.
Pelaksanaan KKN-PPL Internasional mendapat dukungan dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar, Dekanat Fakultas Agama Islam, serta pimpinan Prodi BKPI.
Sebelum mengikuti kegiatan di Thailand, mahasiswa telah memperoleh sejumlah pembekalan, meliputi persiapan akademik, orientasi lintas budaya, serta penguatan kesiapan mahasiswa menghadapi lingkungan pendidikan internasional.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Unismuh memperluas pengalaman global mahasiswa sekaligus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui kolaborasi nyata dengan lembaga pendidikan di luar negeri.
Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), KKN-PPL Internasional BKPI FAI Unismuh berkontribusi terhadap SDG 4: Quality Education, terutama melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, pengalaman pembelajaran lintas budaya, serta penguatan kapasitas calon tenaga pendidik dan konselor.
Kerja sama Unismuh dengan Thamavitya Mulniti School juga sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui penguatan kemitraan pendidikan lintas negara, pertukaran pengetahuan, dan pembangunan jejaring kelembagaan antara Indonesia dan Thailand dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
