Wakil Ketua PWM Sulsel Ingatkan Maba Unismuh Bijak Bermedia Sosial

Informasi seputar prestasi dan kegiatan kampus Unismuh Makassar
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Unismuh Makassar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KABAR UNISMUH, MAKASSAR — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan Dr Ir H Muhammad Syaiful Saleh, MSi mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar agar tidak menjadikan media sosial sebagai tempat pertama untuk melampiaskan setiap persoalan.
Mahasiswa, kata dia, perlu membangun ketangguhan diri dengan memperkuat niat belajar, membiasakan membaca, serta menjadikan sabar dan salat sebagai pegangan ketika menghadapi masalah.
Pesan itu disampaikan Syaiful Saleh saat mewakili Ketua PWM Sulsel dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa pengukuhan mahasiswa baru Unismuh Makassar Tahun Akademik 2026/2027 di Balai Sidang Muktamar, Kamis, 17 September 2026.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Syaiful merangkum pesannya dalam tiga hal sederhana: niat, membaca, serta sabar dan salat.
“Ada tiga hal yang harus ananda camkan betul-betul. Yang pertama, niat. Teguhkan niat bahwa saya masuk di Universitas Muhammadiyah Makassar tahun 2026, Tahun Akademik 2026/2027,” kata Syaiful.
Menurut dia, niat menjadi titik awal perjalanan seorang mahasiswa. Memasuki perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan tercatat sebagai mahasiswa, tetapi harus disertai kesungguhan untuk belajar dan menyelesaikan pendidikan.
Jangan Jauh dari Buku
Pesan kedua yang ditekankan Syaiful adalah iqra atau membaca. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan membaca menjadi salah satu fondasi utama kehidupan akademik.
“Kalau mahasiswa tidak bisa membaca, apa bisa Anda ketahui?” ujarnya.
Syaiful bahkan meminta mahasiswa tetap dekat dengan buku di tengah penggunaan gawai yang semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau perlu, jadikan bantal itu buku. Supaya begitu melek sedikit, membaca lagi. Jangan HP. Textbook,” katanya, yang disambut mahasiswa.
Pesan itu disampaikan secara ringan, tetapi ia menegaskan pentingnya budaya membaca bagi mahasiswa. Perguruan tinggi, menurut pesan yang disampaikannya, menuntut mahasiswa membangun pengetahuan melalui proses belajar yang lebih mandiri.
Masalah Jangan Langsung Jadi Status
Hal ketiga yang dititipkan Syaiful adalah sabar dan salat. Bagian ini menjadi salah satu pesan yang paling langsung menyentuh kebiasaan generasi muda. Ia meminta mahasiswa tidak terburu-buru membawa setiap persoalan pribadi ke media sosial.
“Semua masalah jawab dengan sabar dan salat. Kalau ada masalah, jangan dijadikan status, dikirim ke teman. Ambillah air wudu, kemudian Anda tegakkan salat,” katanya.
Menurut Syaiful, mahasiswa perlu mempunyai ruang refleksi ketika berhadapan dengan tekanan dan persoalan selama menempuh pendidikan. Kesabaran dan kedekatan spiritual menjadi bagian penting dari proses pembentukan diri tersebut.
Ia kemudian mengajak mahasiswa membiasakan dua doa sederhana, salah satunya Rabbi zidni ilma, atau memohon kepada Allah agar ditambahkan ilmu.
Pesan tersebut sejalan dengan karakter pendidikan di Unismuh yang memadukan proses akademik dengan pembentukan nilai-nilai keislaman.
Keberhasilan Bukan Kerja Sendiri
Menjelang akhir amanatnya, Syaiful membawa mahasiswa baru pada pengalaman pribadinya ketika pertama kali memasuki perguruan tinggi pada 1979.
Ia mengingat pesan yang diterimanya ketika menjadi mahasiswa baru: keberhasilan seseorang tidak pernah lahir sendirian. Ada orangtua, dosen, teman, dan banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam perjalanan pendidikan.
Karena itu, ia meminta mahasiswa membangun hubungan baik dan saling membantu selama kuliah.
“Kalau ananda berhasil, itu bukan hanya ananda yang berhasil, tetapi banyak yang menyebabkan ananda bisa berhasil. Maka bangun konektivitas dengan yang lain, sharing dengan yang lain,” ujarnya.
Contoh sederhana yang ia berikan adalah saling meminjamkan buku kepada teman yang belum mampu memilikinya.
Namun, pesan Syaiful berubah tegas ketika berbicara mengenai kegagalan. “Kalau Anda tidak berhasil, jangan salahkan siapa-siapa. Itu salah Anda sendiri, karena pasti tidak belajar, malas, dan lain sebagainya. Jadi kalau tidak berhasil, jangan salahkan siapa-siapa,” katanya.
Pengukuhan mahasiswa baru tahun ini diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas dan program di Unismuh. Berdasarkan Surat Keputusan Rektor yang dibacakan dalam rapat senat tersebut, jumlah mahasiswa baru Unismuh hingga hari pengukuhan mencapai 5.031 orang.
Bagi Syaiful, status mahasiswa membawa tanggung jawab baru. Karena itu, perjalanan kuliah perlu dimulai dengan niat yang kokoh, tradisi membaca, kemampuan membangun relasi, serta kesiapan menghadapi persoalan dengan sabar dan salat.
