Konten dari Pengguna

Anemia dan Hb Rendah, Apakah Sama?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Humas AISKA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anemia dan kondisi rendah hemoglobin sering dianggap sebagai penyakit yang sama. Tapi, apakah sebenarnya keduanya memang sama?

Ilustrasi sel darah merah. Sumber: halodoc.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sel darah merah. Sumber: halodoc.com

AISKA, Surakarta – Anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari normal atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Sedangkan hemoglobin (Hb) merupakan komponen protein dengan zat besi di dalam sel darah merah yang memiliki peran mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Apabila tubuh kekurangan hemoglobin, maka tubuh akan mengalami anemia dan dapat menimbulkan sederet gangguan lainnya.

Normalnya, kadar hemoglobin pada wanita dewasa adalah 12–16 gram/dL, pada wanita hamil 11–16 gram/dL, dan pada pria dewasa 13–16,5 gram/dL. Seseorang disebut memiliki Hb rendah jika kadar hemoglobin di dalam darahnya berada di bawah rentang angka tersebut. Jumlah hemoglobin atau kadar sel darah merah yang terlalu rendah, seringkali berkaitan dengan kondisi atau penyakit tertentu. Berikut ini adalah kondisi atau penyakit yang dapat menjadi penyebab Hb rendah:

  • Kekurangan gizi. Salah satu nutrisi yang berperan penting dalam menghasilkan Hb dan sel darah merah adalah zat besi. Jika tubuh kekurangan zat besi, sel darah merah akan sulit diproduksi dan mengakibatkan kadar Hb dalam tubuh berkurang. Selain kekurangan zat besi, kadar Hb di dalam tubuh juga bisa rendah jika kekurangan asam folat dan vitamin B12. Hal ini karena kedua vitamin tersebut diperlukan untuk membentuk sel baru, termasuk sel darah merah.

  • Kehamilan. Kondisi ini cukup umum dialami oleh ibu hamil, tetapi bukan berarti dapat disepelekan. Penurunan jumlah Hb yang tergolong berat saat hamil dapat menyebabkan janin lahir dengan berat badan rendah, lahir prematur, mengalami anemia, atau mengalami gangguan tumbuh kembang setelah lahir. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan pendarahan setelah persalinan.

  • Kehilangan darah. Penyebab Hb rendah juga dapat terjadi pada orang yang kehilangan banyak darah akibat kondisi tertentu, misalnya cedera berat atau luka, pendarahan saat operasi, pendarahan saluran cerna, atau pendarahan menstruasi yang lebih banyak daripada biasanya.

  • Kelainan darah. Kadar Hb rendah dapat menandakan adanya kelainan darah, antara lain penyakit genetik thalassemia, kanker darah (leukimia), dan limfoma.

  • Penyakit kronis. Beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan kadar Hb rendah di antaranya gagal ginjal kronis, sirosis, hipotiroidisme, dan gangguan sumsum tulang.

Penyebab Hb rendah terbilang beragam dan tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika orang tersebut memiliki gejala, maka gejalanya akan mirip dengan anemia, yaitu kelelahan, lemah, pusing, kulit dan gusi yang pucat, sesak napas, jantung berdebar tidak beraturan, serta pandangan yang berkunang-kunang. Kadar Hb dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Oleh karena itu, apabila kalian mengalami gejala Hb rendah, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar diberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi tubuh kalian.

(/az)