Frugal Living, Gaya Hidup Trendi Masa Kini

Official Account of Aisyiyah Surakarta University - Akun Resmi Universitas Aisyiyah Surakarta
Tulisan dari Humas AISKA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Konsep hidup frugal living penting untuk dipraktikkan karena jumlah penduduk dunia yang semakin meningkat, berbanding terbalik dengan sumber daya yang terus menipis.

AISKA, Surakarta – Belakangan ini, bahasan mengenai frugal living di media sosial kembali mencuat. Konsep hidup ini penting buat kita ketahui dan dipraktikkan, apalagi di era saat ini, di mana harga barang-barang cenderung terus naik. Frugal living secara sederhana sering dimaknai sebagai gaya hidup hemat atau irit terhadap pengeluaran agar dapat menabung lebih banyak, bahkan cenderung dinilai pelit oleh sebagian orang. Sesungguhnya, konsep frugal living tidak sedangkal itu. Frugal Living diartikan sebagai konsep dimana seseorang mengalokasikan dana yang dimiliki dengan pertimbangan dan analisis yang baik disertai dengan strategi pencapaian tujuan keuangan masa depan yang jelas.
Kajian atas konsep frugal living semakin berkembang, tidak hanya menghubungkan gaya hidup dengan tujuan keuangan pribadi jangka panjang, namun juga tentang keberlangsungan kehidupan seluruh manusia di masa yang akan datang. Jhon White, seorang profesor pendidikan, menjelaskan bahwa frugal living harus diadopsi oleh generasi masa depan. Tidak hanya negara miskin ataupun negara berkembang, bagi negara kaya pun konsep frugal living sudah harus diadopsi sebaik-baiknya. Jumlah penduduk dunia yang semakin meningkat, berbanding terbalik dengan sumber daya yang terus menipis. Hal ini yang mendasari konsep hidup frugal yang berkembang di masyarakat.
Jika ingin menerapkan frugal living, sebaiknya kalian membeli barang berkualitas tinggi meski lebih mahal ketimbang barang murah berkualitas rendah yang cepat rusak. Mempraktikkan frugal living tidak sesulit kelihatannya, hanya perlu motivasi yang kuat, tujuan jelas dan disiplin. Berikut beberapa tips memulai frugal living:
Tahu kebutuhan dan keinginan
Pahami antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman ini menghindarkan kalian dari pengeluaran yang tidak perlu hanya untuk memenuhi keinginan pribadi.
Simpan bon
Agar pengeluaran tetap terpantau, simpan bon atau nota. Setelah tahu pengeluaran mingguan atau bulanan, coba buat budgeting. Dengan cara ini, pengeluaran akan terkendali dan tidak keluar dari budget awal.
Beli barang bekas
Barang bekas bakal lebih murah ketimbang barang baru. Pertimbangkan untuk membeli barang bekas yang tentunya masih layak pakai. Selain itu, kalian juga bisa menyewa barang tidak akan digunakan dalam jangka waktu panjang.
Buat rencana konsumsi mingguan
Belanja bulanan jadi salah satu pengeluaran terbesar. Perencanaan konsumsi bulanan akan membantu memangkas pengeluaran.
Bandingkan harga
Bandingkan harga dari satu tempat ke tempat yang lain. Perhatikan diskon sebab beberapa supermarket atau minimarket rutin memberikan diskon di waktu tertentu.
Memasak dan berkebun
Memasak dan menanam bahan pangan sendiri dapat membuat pengeluaran untuk makan jadi lebih sedikit. Lakukan juga meal prep dan meal planning yang bisa membantu kita menghemat waktu dan uang setiap minggu.
(/az)
