Konten dari Pengguna

Keistimewaan Telaga Al-Kautsar di Padang Mahsyar

Humas AISKA

Humas AISKA

Official Account of Aisyiyah Surakarta University - Akun Resmi Universitas Aisyiyah Surakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Humas AISKA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telaga Al-Kautsar adalah telaga yang dihadiahkan Allah kepada Rasulullah SAW, disediakan untuk umat Rasulullah SAW, dan suatu keistimewaan yang luar biasa dapat meminum air telaga tersebut.

Ilustrasi telaga. Sumber: pwmu.co
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi telaga. Sumber: pwmu.co

AISKA, Surakarta – Air dari sungai Al-Kautsar begitu nikmatnya, sehingga menjadi sebuah dambaan setiap umat Muslim untuk mencicipinya. Selain sungai, Al-Kautsar juga merupakan nama haud (telaga) yang begitu besar di padang Mahsyar. Telaga ini memiliki air yang datangnya dari sungai Al-Kautsar yang berada di surga. Oleh karena itu, telaga tersebut disebut telaga Al-Kautsar. Al-Kautsar bisa diartikan sebagai kebaikan yang banyak. Haudhul kautsar memang disediakan untuk umat Muhammad SAW dan suatu keistimewaan yang luar biasa dapat meminum air telaga tersebut.

Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan bejana yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya seperti jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300)

Surat Al-Kautsar di turunkan di Mekah di saat Rasulullah SAW tidak dapat tidur nyenyak karena merasa sedih karena ditinggal kedua orang yang sangat dikasihi dan disayangi. Oleh sebab itu, surat ini merupakan surat yang menghibur Rasulullah SAW. Mengimani haudhul kautsar menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan oleh seorang Muslim karena hal tersebut merupakan bagian dari iman kepada hari akhir. Akan tetapi, tidak semua orang bisa merasakan air dari telaga Al-Kautsar. Di dalam hadits lain dijelaskan bahwa banyak orang yang akan terusir dari telaga kautsar seperti diusirnya unta oleh pemilik telaga.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyaar, telah menceritakan kepada kami Ghundar, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyaad, aku mendengar dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda : Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh akan banyak laki-laki yang ditolak (diusir) dari telagaku, sebagaimana diusirnya unta asing dari telaga (pemilik unta) (HR. Al-Bukhari)

Ada tiga golongan yang akan terusir dari telaga ini sebagaimana dijelaskan dalam banyak riwayat yaitu:

  • Orang yang murtad (murtadin), adalah orang Islam yang mengganti agamanya selain agama Islam.

  • Orang yang akidahnya tersesat, adalah mereka yang ahli maksiat dan pelaku dosa besar yang meninggal masih dalam keadaan bertauhid.

  • Pelaku bid’ah, adalah mereka yang melakukan perbuatan yang tidak pernah diperintahkan maupun dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

(/az)