News
·
4 Agustus 2021 20:42
·
waktu baca 2 menit

Bappenas Usung Transformasi Ekonomi Demi Mencapai Visi Indonesia 2045

Konten ini diproduksi oleh Kementerian PPN/Bappenas
Bappenas Usung Transformasi Ekonomi Demi Mencapai Visi Indonesia 2045 (354810)
searchPerbesar
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan Pidato Kunci Penutup dalam Webinar 50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi: CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045 yang digelar daring, Rabu (4/8).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menegaskan bahwa upaya Indonesia untuk optimalisasi penanganan pandemi Covid-19 berjalan beriringan dengan strategi pembangunan untuk mencapai Visi Indonesia 2045.
ADVERTISEMENT
“Kita berharap pada 2045, Indonesia akan menjadi negara maju dan memiliki pendapatan kelima terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita USD 23.000 dan lepas dari jebakan Middle Income Trap (MIT) pada 2036,” jelas Suharso saat menyampaikan Pidato Kunci Penutup dalam Webinar 50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi: CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045 yang digelar daring, Rabu (4/8).
Akibat pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret 2020, ekonomi Indonesia yang terkontraksi di kuartal I 2021 masih berupaya bangkit, terutama agar tingkat kesejahteraan meningkat dan status Indonesia kembali menjadi upper middle income country seperti sebelumnya pada 2019 mengingat saat ini, status tersebut turun menjadi lower middle income country.
ADVERTISEMENT
Tugas besar Indonesia agar berhasil melewati pandemi adalah dengan melaksanakan transformasi ekonomi yang disertai komitmen melaksanakan protokol kesehatan, termasuk mencapai target vaksinasi.
“Kita berharap, base pada 2022 dengan pertumbuhan enam persen, maka trajectory PDB bisa dimulai pada 2029. Dunia terus berubah dan Indonesia harus siap dengan perubahan, maka Bappenas mengoordinasikan penyiapan Redesain Transformasi Ekonomi Indonesia 2022-2045,” urai Suharso.
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pentingnya redesain transformasi ekonomi pasca Covid-19 untuk meraih target tersebut.
Transformasi ekonomi yang memerlukan orkestrasi lintas sektor, lintas pelaku, dan lintas wilayah dilaksanakan melalui berbagai strategi, salah satunya adalah Green Economy atau ekonomi hijau yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
“Transformasi ekonomi adalah titik kunci untuk meningkatkan produktivitas dengan mengubah struktur perekonomian dari lower productivity ke higher productivity atau dengan meningkatkan produktivitas di dalam sektor tersebut,” urai Amalia.
Ekonomi Hijau juga menjadi bagian penting dari capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals yang tidak hanya menyasar perekonomian, tetapi juga target lain yang juga penting bagi Indonesia, seperti mitigasi pemanasan global hingga menciptakan lapangan kerja dan mendorong investasi.
“Green Economy juga memberikan peluang bagi ekonomi ke depan. Yang penting adalah redesain transformasi ekonomi untuk kita letakkan sebagai sebuah dasar yang kokoh agar kita tidak bermimpi, tetapi bisa menjemput kenyataan,” ujar Suharso.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020