Konten dari Pengguna

Lapas Bulukumba Hadirkan Harapan Lewat Pembelajaran Baca Tulis bagi Warga Binaan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lapas Bulukumba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulukumba – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan melalui program pembinaan kepribadian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran baca tulis yang rutin dilaksanakan bagi warga binaan yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis.

kegiatan pembelajaran baca tulis kepada warga binaan
zoom-in-whitePerbesar
kegiatan pembelajaran baca tulis kepada warga binaan

Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang warga binaan yang belum mengenal huruf dan belum mampu menulis. Pelaksanaannya dibimbing oleh jajaran Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), bersama peserta magang yang turut berperan aktif dalam mendampingi proses pembelajaran di bawah koordinasi Kepala Subseksi Bimkemaswat, Andi Fadli.

Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dengan pendekatan yang sederhana dan humanis. Melalui pendampingan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengenal huruf, belajar membaca, serta melatih kemampuan menulis sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

Salah seorang warga binaan berinisial F mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar yang diperolehnya selama menjalani pembinaan di Lapas Bulukumba.

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pembelajaran ini. Saya tidak menyangka, selama berada di dalam lapas, saya justru mendapatkan ilmu yang belum sempat saya dapatkan ketika masih di luar. Saya senang karena sekarang punya kesempatan untuk belajar membaca dan menulis,” ungkapnya.

Kepala Subseksi Bimkemaswat, Andi Fadli, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan mengembangkan diri.

“Setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Melalui pembelajaran baca tulis ini, kami ingin membantu warga binaan membangun kemampuan dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka semakin percaya diri dan memiliki bekal untuk kembali berbaur dengan masyarakat,” ujar Andi Fadli.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada peningkatan kualitas diri dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kami ingin Lapas Bulukumba menjadi tempat bagi warga binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua, termasuk kesempatan memperoleh pendidikan yang mungkin belum mereka dapatkan sebelumnya. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tegas Mansur.

Melalui kegiatan pembelajaran baca tulis ini, Lapas Bulukumba berupaya menghadirkan pembinaan yang inklusif dan bermanfaat. Langkah sederhana dalam mengenal huruf dan merangkai kata diharapkan menjadi awal perubahan, membuka kesempatan baru, serta menumbuhkan harapan bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat.