Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Tiang Lonceng Gereja Lapas Saparua

Lapas Kelas III Saparua
Lembaga Pemasyarakatan kelas III Saparua merupakan salah satu unit pelaksana teknis yang berada dibawah naungan Kantor Wilayah Kementerin Hukum dan Hak Asasi Manusia Maluku
Konten dari Pengguna
4 Juni 2023 15:59 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Lapas Kelas III Saparua tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
humaslapassaparua
zoom-in-whitePerbesar
humaslapassaparua
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Saparua, INFO PAS - Usai melangsungkan ibadah Minggu bersama, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan tiang lonceng gereja Imanuel Lapas Saparua. Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt, S. Walun, S.Th Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Saparua Tiouw sekaligus melakukan peletakan batu pertama , Minggu (4/6). Hadir dalam kegiatan, Ellen D. Anakotta mengatakan pembangunan tiang lonceng gereja sebagai sarana pendukung peribadatan yang tak terpisahkan dari upaya pembinaan sipiritualitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Proses pengerjaan akan dilakukan WBP secara bergotong royong untuk mempercepat proses pembangunan. “Kami berusaha penuh untuk memfasilitasi hal-hal yang menyangkut hak WBP salah satunya fasilitas untuk memenuhi hak sipiritual. Dengan bekerja sama, proses pembangunan tiang lonceng gereja dapat rampung sesuai dengan waktu yang telah di tentukan sehingga dapat difungsikan untuk kemuliaan bagi Tuhan,” jelas Ellen.
humaslapassaparua
humaslapassaparua
Selaku Kepala Lapas (Kalapas) Ernes L. Laturette menuturkan tiang lonceng gereja merupakan suara tuhan untuk memanggil umatnya berjalan menuju tempat ibadah. Saya berharap dengan dibangunya lonceng gereja dapat mebangkitkan semangat api injil WBP untuk memberikan pelayanan dihadapan Tuhan. “Diharapkan WBP dapat meningkatkan iman Kekristenan untuk selalu melaksanakan ibadah tepat waktu jika lonceng gereja dibunyikan,” harap Kalapas.
ADVERTISEMENT