Rutan Bengkulu Apresiasi Sinergi Pembinaan Kerohanian Kemenag
Tim Humas Rutan Kelas IIB Bengkulu
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari User Dinonaktifkan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

26 September 2025
Bengkulu – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Bengkulu yang beragama Nasrani Kembali mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian Jum'at (26/9). Kegiatan yang diisi dengan ibadah bersama ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu, Yohanes, beserta tim penyuluh lainnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemenuhan hak beribadah bagi para WBP yang beragama Nasrani, sekaligus sarana pembinaan mental dan spiritual. Sejak pagi, para peserta tampak antusias hadir di Aula Rutan. Dengan penuh kesungguhan, mereka mengikuti rangkaian ibadah yang berlangsung secara sederhana namun tetap khidmat.
Dalam khotbahnya, Yohanes menekankan pentingnya menjaga iman dan pengharapan meski berada dalam keterbatasan. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, dan pembinaan kerohanian ini dapat menjadi jalan bagi para warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. "Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Melalui iman yang teguh, kita bisa bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat," ujarnya.
Selain ibadah, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, puji-pujian, dan refleksi rohani. Beberapa warga binaan turut menyampaikan kesaksian singkat mengenai perjalanan spiritual mereka selama menjalani masa tahanan. Kesaksian tersebut memberikan inspirasi, baik bagi sesama warga binaan maupun bagi petugas yang hadir mendampingi jalannya acara.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Bengkulu yang secara rutin menghadirkan penyuluh agama untuk membina warga binaan. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan beribadah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung proses pembinaan di Rutan. "Kami percaya, pembinaan keagamaan adalah salah satu pilar utama dalam membentuk pribadi warga binaan yang berakhlak dan siap kembali masyarakat. Dengan adanya pembinaan ini, mereka semakin termotivasi untuk memperbaiki diri," ujar Rafi.
Suasana kegiatan berjalan kondusif, penuh kedamaian, dan penuh rasa kekeluargaan. Petugas Rutan turut mengawal jalannya acara dengan tertib, sementara warga binaan terlihat berpartisipasi aktif mengikuti setiap rangkaian ibadah.