Rutan Barru Dukung Program Aksi Menteri melalui Ketahanan Pangan

Portal/blog ini dikelola oleh Tim Hubungan Masyarakat Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Barru sebagai wadah publikasi resmi dan jembatan informasi kepada masyarakat umum.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari RUTAN KELAS IIB BARRU tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Barru — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru terus mengoptimalkan dan mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui bidang pertanian, perikanan, serta peternakan. Langkah strategis ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan melalui program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, pihak Rutan memanfaatkan seluruh potensi lahan kosong yang ada di dalam area lingkungan Rutan Kelas IIB Barru secara maksimal. Area tanah yang sebelumnya belum terkelola kini disulap menjadi sarana pembinaan produktif, mulai dari lahan bercocok tanam, area peternakan, hingga kolam budidaya perikanan. Seluruh proses dan rangkaian kegiatan pembinaan kemandirian ini diawasi secara langsung oleh petugas Pemasyarakatan. Pengawasan melekat ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas bercocok tanam maupun pemeliharaan ternak berjalan dengan aman, tertib, teratur, serta sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku.
Program yang melibatkan peran aktif para warga binaan tersebut berhasil membuahkan hasil panen yang melimpah setiap bulannya. Pada sektor pertanian hortikultura, optimalisasi lahan kosong di dalam Rutan mampu menghasilkan sekitar 900 ikat sayuran segar dalam kurun waktu satu bulan. Komoditas sayuran yang diproduksi secara berkelanjutan ini meliputi bayam, kangkung, dan sawi hijau berkualitas tinggi.
Selain sektor pertanian, pengelolaan usaha juga diperluas ke bidang perikanan dan peternakan di area dalam Rutan. Saat ini, Rutan Barru mengelola budidaya sebanyak 1.500 ekor ikan mujair di kolam pemeliharaan. Sementara pada sektor peternakan, terdapat sekitar 50 ekor ayam kampung yang dipelihara secara intensif untuk mendukung ketersediaan pasokan pangan dan protein.
Melalui kegiatan yang didampingi serta diawasi secara mendalam oleh petugas, Rutan Kelas IIB Barru tidak hanya berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi proses reintegrasi sosial warga binaan. Keterampilan teknis, etos kerja, serta pengalaman praktis yang didapat selama di dalam Rutan diharapkan menjadi modal berharga bagi para WBP. Dengan bekal keahlian tersebut, para warga binaan siap untuk hidup mandiri, produktif, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidananya.
