Konten dari Pengguna

PROMADES UNEJ Gelar Workshop Pembuatan Baglog Jamur Tiram dari Limbah Kulit Kopi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hurin Nabilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi

Banjarsengon, Jember — Tim Program Mahasiswa Berdesa Universitas Jember menggelar workshop pembuatan baglog jamur tiram berbasis limbah kulit kopi di Desa Banjarsengon. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari pengabdian masyarakat bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat Desa Banjarsengon melalui Implementasi Circular Economy Berbasis Kopi dan Pemanfaatan Limbahnya".

Workshop ini menyasar masyarakat pondok SMK APHP Al Muttaqin Banjarsengon Jember sebagai peserta, dengan tujuan mengenalkan potensi limbah kulit kopi sebagai bahan bernilai tambah untuk budi daya jamur tiram.

Memanfaatkan Limbah Kopi Menjadi Media Tanam

Limbah kulit kopi yang digunakan dalam workshop ini diperoleh dari mitra kegiatan, yaitu Rumah Kopi Banjarsengon. Selama ini, kulit kopi kerap dianggap sebagai limbah yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Melalui program ini, limbah tersebut diolah menjadi salah satu campuran media tanam (baglog) untuk budi daya jamur tiram, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy) di tingkat desa.

Dengan mengubah limbah menjadi bahan bermanfaat, program ini diharapkan dapat mengurangi limbah kopi yang terbuang sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Tahapan Pembuatan Baglog Jamur Tiram

Dalam workshop ini, para peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan baglog jamur tiram, mulai dari pencampuran bahan hingga siap ditanami bibit jamur. Berikut adalah langkah-langkah yang dipraktikkan:

  1. Mencampurkan seluruh bahan media tanam hingga merata.

  2. Menambahkan air hingga kadar air media sesuai kebutuhan.

  3. Membiarkan campuran media selama 24 jam dalam keadaan tertutup.

  4. Memasukkan media ke dalam plastik baglog.

  5. Memadatkan media di dalam plastik.

  6. Memasang cincin dan kapas pada baglog.

  7. Melakukan sterilisasi baglog.

  8. Mendinginkan baglog hingga suhu stabil.

  9. Memasukkan bibit jamur secara steril ke dalam baglog.

Setiap tahapan dijelaskan secara rinci oleh tim pelaksana agar peserta tidak hanya memahami caranya, tetapi juga memahami alasan di balik setiap proses, seperti pentingnya menjaga kesterilan agar bibit jamur dapat tumbuh optimal tanpa terkontaminasi.

Dokumentasi

Hasil yang Diharapkan dari Workshop

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh sejumlah kompetensi dasar seputar budi daya jamur tiram, di antaranya:

  • Mengenal apa itu baglog jamur dan fungsinya dalam budi daya jamur tiram.

  • Mengetahui bahan-bahan penyusun baglog.

  • Memahami fungsi dari masing-masing bahan yang digunakan.

  • Mampu mempraktikkan langsung proses pembuatan baglog.

  • Mengetahui karakteristik tempat yang sesuai untuk budi daya jamur.

  • Memahami keseluruhan proses budi daya jamur tiram hingga masa panen.

Dengan adanya workshop ini, peserta dari SMK APHP Al Muttaqin Banjarsengon diharapkan dapat memiliki bekal keterampilan baru yang dapat dikembangkan lebih lanjut, baik sebagai wawasan tambahan maupun sebagai peluang usaha di bidang budi daya jamur tiram berbasis pemanfaatan limbah kopi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat desa dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Desa Banjarsengon.

(Program Mahasiswa Berdesa Universitas Jember — Desa Banjarsengon)