Konten dari Pengguna

Tantangan Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah

Husnatul Hasanah

Husnatul Hasanah

Mahasiswi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Husnatul Hasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar diambil oleh Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Gambar diambil oleh Penulis

Kurikulum Merdeka merupakan acuan belajar yang digunakan oleh banyak sekolah saat ini. Kurikulum Merdeka disiapkan untuk siswa agar dapat mengatasi perkembangan di era globalisasi saat ini. Siswa harus bisa berkembang mengikuti zaman agar tidak mengalami ketertinggalan zaman.

Namun adapun tantangan yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program Kurikulum Merdeka di antaranya yaitu sebagai berikut.

1. Guru yang tidak mau belajar

Seorang guru tidak hanya bertugas mengajar siswa di kelas melainkan juga harus terus belajar agar tidak tertinggal zaman. Banyak terlihat seorang guru tidak dapat menggunakan mesin printer padahal tugas guru tidak terlepas dalam membuat worksheet dan mencetak worksheet menggunakan mesin printer. Hal ini sangat menghambat kegiatan proses belajar kurikulum merdeka dimana pembelajaran harus dibuat menarik agar siswa dapat belajar dengan baik.

2. Guru yang tidak kreatif

Dalam penerapan kurikulum merdeka guru dituntut memiliki skill kreatif dalam penyampaian materi dan lain-lainnya. Guru yang monoton saat proses pembelajaran sangat membuat siswa bosan dan mengantuk saat belajar. Hal ini sangat menghambat siswa untuk berkembang.

3. Sarana yang kurang memadai

Salah satu kewajiban sekolah dalam proses pembelajaran yaitu menyiapkan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan guru sebagai media penyampaian materi. Namun terkadang guru menjadi sulit menyampaikan materi dikarenakan tidak ada media ajar yang dia butuhkan sehingga pembelajaran menjadi kurang maksimal

Dengan adanya tantangan pendidikan dalam menerapkan kurikulum di sekolah ada beberapa hal yang bisa dilakukan sekolah untuk memaksimalkan penerapan pembelajaran kurikulum merdeka, yaitu:

1. Mengadakan pelatihan guru

Sebelum memulai tahun ajaran baru, alangkah lebih baik para guru diberikan pelatihan khusus mengenai cara mengajar yang kreatif, penggunaan media ajar yang efektif dan lain sebagainya. Pelatihan ini sangat dibutuhkan guna memotivasi guru agar terus belajar dan mau berkembang mengikuti zaman.

2. Memberi sarana yang memadai

Sebelum memulai tahun ajaran baru, alangkah baiknya para guru memikirkan program pembelajaran yang akan dilakukan serta memikirkan media yang dibutuhkan agar dapat disiapkan dari jauh hari oleh sekolah.