Konten dari Pengguna

Sekolah Berkualitas Tak Harus Mahal: Mungkinkah? Ini Buktinya

Husni Rahim

Husni Rahim

Akademisi , Cendekiawan Bidang Pendidikan , Penulis Buku dan peneliti di Dharmaila Center.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Husni Rahim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dihasilkan dari AI Image generator
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dihasilkan dari AI Image generator

Masih banyak orang yang percaya bahwa sekolah mahal pasti berkualitas, dan sekolah murah pasti murahan. Padahal, anggapan itu tak selalu benar. Hari ini, kita harus mulai meyakini dan menyuarakan bahwa sekolah berkualitas dan murah bukan hanya mungkin—tapi harus jadi kenyataan.

Tantangan kita sebagai bangsa bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tapi menciptakan sekolah yang benar-benar mentransformasi kehidupan anak-anak. Sekolah yang efisien, kolaboratif, penuh makna—bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat tumbuh.

Apa Itu Sekolah Berkualitas?

Sekolah berkualitas bukan sekadar bangunan megah atau laboratorium canggih. Sekolah yang benar-benar berkualitas adalah ruang hidup yang aman, ramah anak, penuh kehangatan, dan mendidik anak menjadi manusia utuh.

Sebagaimana pesan K.H. Dewantara, sekolah adalah tempat “memanusiakan manusia, agar mereka merdeka lahir dan batin.”

Di sana, kita menyaksikan perubahan kecil yang luar biasa:

• Anak yang dulu pemalu, kini berani bicara.

• Anak yang malas, kini datang lebih pagi dari gurunya.

• Anak yang tertinggal, kini jadi inspirasi temannya.

Transformasi seperti inilah kualitas sejati.

Apa Artinya Sekolah Murah?

Sekolah murah bukan berarti seadanya. Sekolah murah adalah sekolah yang terjangkau bagi masyarakat kecil, tanpa mengorbankan mutu.

Biaya pendidikan dikelola secara efisien, tanpa pemborosan. Sekolah menggandeng orang tua, tokoh masyarakat, alumni, bahkan relawan untuk menghidupkan proses belajar. Murah, bukan murahan—karena didukung gotong royong dan kreativitas.

Apa yang Sebenarnya Menentukan Mutu Sekolah?

Menurut data UNDP:

• Kualitas guru menyumbang 48% mutu sekolah.

• Manajemen sekolah berkontribusi 30%.

• Fasilitas hanya 22%.

Jadi, 80% mutu sekolah ditentukan oleh guru dan manajemen kepala sekolah—bukan gedung atau teknologi mahal. Ini bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal yang manusiawi dan bisa diusahakan bersama.

Pilar Sekolah Berkualitas dan Murah

Sekolah Berkualitas muncul karena:

• Kepala sekolah visioner dan mendorong perubahan

• Guru aktif belajar dan terus berkembang

• Siswa semangat mengubah nasibnya

• Orang tua terlibat aktif dan merasa memiliki sekolah

• Ada jejaring dengan komunitas, LSM, dan dunia usaha

• Budaya gotong royong dan kepemimpinan transformatif

Sekolah Murah lahir karena:

• Manajemen biaya yang efisien dan transparan

• Inovasi pembelajaran dari realitas lokal

• Dana operasional berbasis kolaborasi (masyarakat, alumni, relawan)

• Teknologi digunakan secara sederhana namun maksimal

• Fokus pada kebutuhan riil, bukan keinginan gengsi

7 Langkah Menuju Sekolah Berkualitas dan Murah

1. Ubah Paradigma – Pendidikan bermutu tidak harus mahal

2. Kelola Sekolah Secara Transparan – Efisiensi dan partisipasi

3. Berinovasi di Tengah Keterbatasan – Kreatif dalam mengajar dan membuat kurikulum kontekstual

4. Bangun Kepemimpinan Sekolah – Kepala sekolah sebagai penggerak perubahan

5. Ajarkan Harapan kepada Siswa – Pendidikan yang memberi arah hidup

6. Libatkan Orang Tua Sebagai Mitra – Bukan hanya pengantar, tapi bagian dari ekosistem

7. Tumbuhkan Kekuatan Komunitas – Sekolah jadi bagian dari denyut nadi warga

Akhirnya...

Sekolah berkualitas dan murah bukan mimpi. Ia adalah visi yang bisa dicapai—asal semua pihak bersinergi. Kepala sekolah memimpin, guru menginspirasi, siswa berjuang, dan masyarakat mendukung.

Bukan kemewahan yang membuat sekolah hebat, tapi komitmen, kolaborasi, dan cinta yang membentuk masa depan anak-anak kita.