Konten dari Pengguna

Suka Anggap Dirimu Lebih Rendah dari Orang Lain, Waspada Inferiority Complex!

Husnu Nadya Zahra

Husnu Nadya Zahra

Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Negeri Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Husnu Nadya Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber : pixabay.com

Merasa tidak percaya diri atau tidak sebaik orang lain sangatlah wajar. Namun, hati-hati jika perasaan ini sudah sampai membuatmu rendah diri dan ragu untuk melakukan banyak hal. Bisa jadi, kamu telah mengalami inferiority complex.

Apa Itu Inferiority Complex?

Kondisi merasa diri rendah disebut juga dengan istilah inferiority complex. Yup, istilah inferiority complex adalah istilah yang berkembang dan digunakan untuk menjelaskan tentang suatu keadaan di mana seseorang merasa lebih rendah daripada orang lain.

Istilah ini diperkenalkan oleh psikolog Alfred Adler pada tahun 1907. Padahal, situasi ini cukup normal ketika seseorang bisa membandingkan kemampuannya dengan orang lain. Namun, harga diri yang rendah ini juga dapat menyebabkan kondisi lain yang membuat seseorang sulit memahami dirinya sendiri.

Tanda-tanda Inferiority Complex

Orang dengan harga diri rendah menunjukkan tanda-tandanya dengan cara yang berbeda. Mereka memiliki perasaan rendah diri dengan tanda-tanda khusus termasuk sebagai berikut.

  • memiliki gaya komunikasi yang pasif

  • menarik diri dari keluarga, teman, dan lainnya.

  • cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain saat berbicara

  • perubahan suasana hati yang cepat dan tak terduga (mood swing)

  • memiliki gaya komunikasi yang pasif

  • terus-menerus mencari konfirmasi dan pujian dari orang lain

  • kecenderungan menganalisis pujian dan kritik secara berlebihan

  • menghindari dari kegiatan yang komparatif agar tidak dibandingkan dengan orang lain

  • tidak dapat mengenali diri mereka sendiri dan menerima begitu saja prestasi dan kualitas positif mereka.

Penyebab Inferiority Complex

Jika sudah mengetahui mengenai definisi dari inferiority complex beserta tanda-tandanya, penting juga bagi Anda untuk mengetahui penyebab yang mengakibatkan seseorang memiliki kondisi ini.

Berikut ini adalah hal-hal umum yang bisa menyebabkan seseorang memiliki inferiority complex.

Pengalaman Masa Lalu

Karena perasaan selalu merasa kurang yang sangat menonjol bagi seseorang yang memiliki inferiority complex, gejala ini juga bisa saja diakibatkan dari sebuah peristiwa yang tidak menyenangkan pada usia muda.

Bagi mereka yang terbiasa berada di sekitar orang-orang yang selalu menyediakan semua yang mereka butuhkan, tergoda untuk merasa lemah dan tidak mampu mengurus diri sendiri tanpa orang lain.

Demikian juga seseorang yang tumbuh di lingkungan yang keras juga akan membuat mereka mempertanyakan nilainya, sehingga seseorang hanya penakut dan tidak percaya diri di lingkungan manapun.

Karakteristik Fisik

Tidak jarang seseorang merasa insecure terhadap penampilannya, namun jika seseorang terlalu memperhatikan penampilannya hingga menjadikan hal yang sangat mengganggu bagi dirinya, tentu hal tersebut hanya akan menghantui dirinya.

Terus menerus merasa malu dan minder saat melihat diri sendiri dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang terlihat lebih baik tentu saja merupakan hal serius yang bisa mengacu kepada inferiority complex.

Kesehatan Mental

Ada beberapa orang yang memang lebih rentan untuk memiliki inferiority complex. Sebagai contohnya, bagi orang-orang yang memang pada dasarnya memiliki kekurangan dalam hal kepercayaan diri dan juga pesimis tentunya memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami perasaan yang membuatnya merasa selalu tidak cukup.

Perasaan rendah diri memang bisa saja sebuah kenyataan ataupun imajinasi saja, namun bila seseorang memiliki kondisi kesehatan mental (Mental Health) maka akan sulit baginya untuk mengenali atau menyangkal gagasan yang salah atau berbahaya mengenai dirinya sendiri

Dampak Inferioritas Terhadap Kehidupan Sehari-hari

Sebuah penelitian tahun 2011 menemukan bahwa perasaan rendah diri yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kecanduan yang berbahaya. Terlalu khawatir akan terlihat tidak kompeten juga dapat mengalihkan perhatian kita dari pekerjaan kita.

Alih-alih berusaha melakukan yang terbaik, kita sering kali terobsesi untuk merenungkan hasil dan bagaimana rekan kerja atau atasan memandang kita. Bukan rendah diri yang kemudian berujung pada perasaan cemas atau gangguan kecemasan, gangguan tidur bahkan depresi di kemudian hari.

Bagaimana Cara Mengatasi Inferiority Complex?

Menjalani hidup dengan inferiority complex bisa berbahaya bagi diri sendiri. Untuk itu diperlukan beberapa cara untuk mengelolanya agar tidak berlarut-larut, seperti:

  • setiap orang itu berbeda, lalu hentikan membandingkan diri sendiri dengan orang lain

  • lakukan self care, hargai pencapaian diri, sekecil apa pun

  • berlatih afirmasi positif untuk diri sendiri

  • selektif dalam menerima pendapat orang lain tentangmu

  • cari lingkungan pertemanan yang supportive dan menerimamu tanpa syarat

  • konsultasi dengan ahli bila dirasa kecemasan mulai mengganggu