Konten dari Pengguna

Pengisian Daya Nirkabel pada Ponsel Pintar: Awal Mula dan Prinsip kerja

I Made Candra Dwipananda

I Made Candra Dwipananda

Mahasiswa, rekayasa instrumentasi dan automasi, Institut Teknologi Sumatera

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari I Made Candra Dwipananda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/wireless-charger
zoom-in-whitePerbesar
sumber : https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/wireless-charger

Wireless charging atau pengisian daya nirkabel telah menjadi salah satu fitur yang semakin umum ditemui pada ponsel pintar modern,teknologi ini memungkinkan pengisian daya tanpa memerlukan koneksi fisik langsung antara perangkat dan sumber listrik, memberikan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi pengguna.

Cara kerja wireless charging didasarkan pada prinsip induksi elektromagnetik, di mana energi listrik ditransfer dari pengisi daya (charging pad) ke ponsel melalui medan elektromagnetik.

Ponsel pintar yang mendukung fitur ini dilengkapi dengan kumparan penerima di dalam perangkatnya, yang menangkap energi dari medan tersebut dan mengubahnya menjadi listrik untuk mengisi baterai.

Penggunaan teknologi ini tidak hanya menghilangkan kebutuhan akan kabel, tetapi juga membantu mengurangi keausan pada port pengisian daya tradisional, memperpanjang usia perangkat.

Seiring dengan kemajuan teknologi, efisiensi dan kecepatan pengisian daya nirkabel terus ditingkatkan, menjadikannya solusi pengisian daya yang semakin populer di kalangan pengguna ponsel pintar.

Awal mula terciptanya Wireless Charging.

perjalanan wireless charging hingga seperti sekarang ini, dan bagaimana cara kerjanya? Berikut adalah paparannya, seperti dilansir dari Business Insider, Selasa (19/4/2022).

Wireless charging sebenarnya bukanlah teknologi yang benar-benar baru. Metode pengisian daya yang satu ini sudah ada sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, ditemukan oleh seorang ilmuan terkenal, Nikola Tesla. Pada akhir 1800-an, Nikola Tesla berhasil mengirim listrik melalui udara.

Dia menggunakan proses yang disebut resonant-inductive coupling, yang bekerja dengan menciptakan medan magnet antara pemancar dan listrik untuk menyalakan bola lampu di laboratoriumnya di New York City.

Beberapa tahun kemudian, ia mematenkan idenya ini, Tesla — menara dengan kumparan di bagian atas yang dapat memancarkan listrik. Tesla memiliki visi yang jauh lebih besar dari jaringan listrik nirkabel, namun mimpi ini tidak pernah terwujud.

sumber : https://teslamistrzblyskawic.blogspot.com/2014/02/tower-of-dream.html

Prinsip kerja Wireless Charging.

Prinsip dasar pengisian daya induktif yang ditemukan oleh Nikola Tesla masih diterapkan dalam teknologi pengisian daya nirkabel pada ponsel pintar saat ini.

Dalam sistem ini, sebuah kumparan elektromagnetik—yang dikenal sebagai kumparan induksi—di dalam dasar pengisi daya (charging base) menciptakan medan magnet,kumparan ini pada dasarnya berfungsi sebagai antena yang memancarkan medan energi.

Ponsel pintar yang mendukung pengisian daya nirkabel memiliki kumparan kedua yang lebih kecil di dalam perangkatnya, kumparan ini menerima dan menyerap energi yang dikirimkan oleh medan magnet tersebut.

Sirkuit elektronik di dalam ponsel kemudian mengubah energi yang diterima menjadi energi yang dapat digunakan untuk mengisi baterai. Proses ini memungkinkan pengisian daya tanpa perlu koneksi fisik langsung antara ponsel dan sumber daya, memberikan kenyamanan dan kepraktisan bagi pengguna.

Bagaimana cara kita mengetahui bahwa ponsel kita bisa menggunakan Wireless charging.

  1. Langkah pertama yang dapat diambil adalah memeriksa spesifikasi ponsel kita. Setiap ponsel memiliki dokumentasi resmi yang mencakup rincian tentang fitur dan spesifikasi teknis. kita dapat mengunjungi situs web produsen ponsel kita masing masing atau membuka panduan pengguna yang disertakan dalam kemasan. Dalam spesifikasi daya atau baterai, cari istilah seperti "wireless charging," "Qi-compatible," atau "inductive charging." Jika informasi ini ada, maka ponsel kita mendukung pengisian daya nirkabel.

  2. Selain itu, kita juga bisa memeriksa ponsel secara fisik. Banyak ponsel yang mendukung wireless charging biasanya memiliki bagian belakang yang terbuat dari kaca. Bahan ini memungkinkan medan elektromagnetik untuk melewati dan mengisi baterai ponsel. Di sisi lain, jika ponsel kita memiliki bodi metal, kemungkinan besar tidak mendukung wireless charging. Dengan memperhatikan desain fisik ponsel, kita bisa mendapatkan petunjuk awal mengenai kemampuannya untuk mengisi daya secara nirkabel.

  3. Anda juga dapat melihat pengaturan ponsel atau ikon pengisian yang muncul saat menghubungkan perangkat dengan pengisi daya nirkabel. Saat ponsel kita diletakkan di atas charging pad, perhatikan layar untuk melihat apakah ada ikon pengisian daya yang muncul. Beberapa ponsel juga memiliki opsi di menu pengaturan yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan atau menonaktifkan wireless charging, memberikan lebih banyak kontrol kepada pengguna.

  4. Sumber tepercaya dan forum pengguna juga dapat menjadi referensi yang baik untuk mengetahui apakah model ponsel kita mendukung wireless charging. Banyak situs teknologi dan forum diskusi yang menyediakan informasi komprehensif tentang berbagai model ponsel dan fitur-fitur yang dimilikinya. Dengan membaca ulasan dan pengalaman pengguna lain, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan pengisian daya nirkabel perangkat kita masing masing.

  5. Terakhir, Anda bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk memeriksa dukungan wireless charging. Terdapat beberapa aplikasi yang dirancang khusus untuk memberikan informasi tentang fitur dan spesifikasi perangkat kita. kita dapat mencarinya di toko aplikasi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui dengan pasti apakah ponsel Anda kompatibel dengan teknologi pengisian daya nirkabel, sehingga kita dapat memanfaatkannya dengan optimal.

Efek negatif dan positif dalam wireless Charging

Kelebihan wireless charging

  • Pengisian daya Qi menjadi standar universal untuk pengisian daya nirkabel, sehingga dapat mengisi daya hampir di semua perangkat.

  • Wireless charging dapat membuat port pada HP atau perangkat lainnya dan kabel menjadi lebih awet karena tidak membutuhkan tindakan colok-cabut.

  • Bantalan pengisi daya pada wireless charging otomatis mati saat baterai HP terisi penuh, sehingga tidak akan terlalu panas dan merusak pengisi daya.

  • Fleksibilitas,Wireless charging dapat digunakan untuk mengisi beberapa perangkat secara bersamaan, tergantung pada desain pengisi daya. Ini memungkinkan pengguna untuk mengisi daya ponsel, jam tangan pintar, dan aksesori lainnya secara bersamaan tanpa banyak kabel.

Kekurangan wireless charging

  • Saat HP dicas dengan wireless charging, pengguna tidak akan dapat mengakses atau memakainya dengan mudah. Pasalnya, HP harus tetap berada di bantalan wireless charging supaya dapat mengisi daya.

  • Waktu pengisian daya dengan wireless charging bisa berjalan lebih lambat ketimbang menggunakan cas kabel.

  • Dampak pada Suhu, proses wireless charging dapat menghasilkan panas yang lebih tinggi daripada pengisian kabel. Panas berlebih dapat mempengaruhi kinerja dan umur baterai jika tidak dikelola dengan baik.

Secara keseluruhan, wireless charging menawarkan banyak manfaat dan kenyamanan bagi pengguna ponsel pintar. Namun, penting untuk kita mempertimbangkan efek negatifnya, terutama dalam hal efisiensi dan biaya. Dengan memahami kedua sisi ini, kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik tentang apakah teknologi ini cocok untuk kebutuhan dan kegunaan kita.