Efek Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi Digital bagi Masyarakat

Founder, Owner, and CEO PT. Padma Dinamika Mandiri - S1 Ilmu Hukum, Universitas Udayana - S1 Manajemen, Universitas Terbuka - S2 Magister Manajemen, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Penulis tinggal dan menetap di Kota Bandar Lampung
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari I Wayan Eka Sura Atmaja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknologi digital sudah masuk ke semua lapisan masyarakat. Kini, teknologi digital semakin tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, istilah teknologi digital, berasal dari dua kata, yakni teknologi dan digital. Secara etimologis, istilah teknologi berasal dari akar kata “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu, pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode, dan seni. Adalah Philips pada tahun 1706 dalam bukunya Technology: A Description of The Arts, Especially The Mechanical yang menggunakan istilah teknologi untuk pertama kalinya.
Dalam bahasa Yunani, istilah teknologi dikenal dengan nama “technologia” yang berarti keahlian dan pengetahuan. Selanjutnya, istilah digital, dalam bahasa Yunani dikenal dengan nama “digitus” yang artinya jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh itu terdiri dari 2 radix yaitu 1 dan 0. Angka “1” menggambarkan keadaan “on” sedangkan angka “0” menggambarkan keadaan “off”.
Inilah yang disebut dengan bilangan biner. Menurut Mamduh M. Hanafi (2021) dalam bukunya “Manajemen” mendefinisikan teknologi digital sebagai alat, sistem, perangkat, dan sumber daya elektronik yang menghasilkan, menyimpan, dan memproses data. Perkembangan yang pesat dalam bidang teknologi digital seringkali disebut dengan istilah revolusi industri keempat.
Efek Positif Teknologi Digital
Di era globalisasi seperti saat ini, suatu bisnis apabila mau bertahan dan terus bertumbuh, maka suka tidak suka, bisnis itu harus beradaptasi dengan teknologi digital ini. Apabila tidak maka keberlangsungan usaha dalam jangka panjang dapat terancam. Dengan adanya teknologi digital ini maka efek positif bagi masyarakat di antaranya, yaitu:
1). Menawarkan nilai tambah (added value) seperti kepraktisan, keamanan, dan harga yang lebih murah
2). Meningkatkan reputasi perusahaan dan membangun loyalitas merek
3). Meningkatkan penjualan perusahaan
4). Menekan biaya riset, biaya perawatan dan biaya pengembangan produk atau layanan
5). Mendengarkan kritik, saran, keinginan, dan ekspektasi pelanggan dengan berkomunikasi secara interaktif dengan mereka
6). Mendapatkan ide-ide perbaikan atau inovasi dari pelanggan secara langsung
7). Meningkatkan "engagement" atau interaksi yang lebih intensif dengan pelanggan
8). Meningkatkan daya saing perusahaan
Contohnya: dengan adanya ojek online seperti Gojek, Grab atau Maxim maka akan mempermudah transportasi seseorang dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain itu, dengan adanya platform media sosial seperti instagram, facebook, twitter, google, whatsapp, tiktok, line, dan lain-lain maka akan dapat meningkatkan komunikasi dan publikasi terkait aktivitas perusahaan.
Efek Negatif Teknologi Digital
Selain efek positif, dengan adanya teknologi digital, maka terdapat juga efek negatif yang dapat ditimbulkan, yaitu :
1). Ketergantungan yang berlebihan pada perangkat dan sistem teknologi digital seperti ketergantungan dengan penggunaan media sosial yang tidak produktif dan ketergantungan terhadap gadget atau smartphone
2). Keamanan data baik data pribadi maupun informasi bisnis lebih rentan terhadap serangan siber
3). Kebocoran data pelanggan dapat merusak reputasi perusahaan dan merek yang telah terbangun selama ini
4). Disrupsi dan perubahan dalam berbagai sektor telah mengubah lanskap industri, di mana pekerjaan tradisional tergantikan dengan otomatisasi, keterampilan dan kompetensi baru pun muncul agar tidak tergerus dengan perkembangan zaman.
5). Penyebaran informasi palsu (hoaks) dan konten negatif (pornografi) semakin merajalela
6). Kita menjadi lebih konsumtif dengan adanya toko online termasuk adanya fasilitas cicilan dari beberapa fintech dan bank digital
Contoh :
Perilaku konsumtif dan gaya hidup mewah semakin terakomodir dengan adanya aplikasi belanja online, paylater dan pinjaman online (pinjol) seperti Akulaku, Ada Kami, GoPay Later, ShopeePay Later, Kredivo, dan lain sebagainya
Berikut ini beberapa usaha yang berbasis teknologi digital yang ada di Indonesia, yaitu :
(1) E-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, OLX, Lazada, Blibli.com, Bhinneka.com dan lain sebagainya
(2) Financial Technology (Fintech) seperti online payment, peer to peer lending, insuretech, agregator, crowdfunding, e-wallet atau dompet digital seperti GoPay, OVO, dan Dana
(3) On Demand Service (Pelayanan atas Permintaan) seperti di bidang transportasi ada Gojek, Grab, Maxim, berikutnya di bidang akomodasi ada Airbnb, Airyroom, Reddoorz, Traveloka, dibidang makanan ada GoFood, GrabFood, dibidang belajar dan mengajar ada aplikasi Ruang Guru, ada e-library atau e-book
(4) Termasuk usaha-usaha toko online yang melakukan penjualan melalui media sosial termasuk marketplace seperti Instagram, Facebook, Twitter, Google, Website, Blog, WhatsApp dan lain sebagainya
Berdasarkan uraian di atas maka kita harus semakin bijaksana ( be wise) dalam menggunakan dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang ada saat ini. Kita harus lebih produktif dan inovatif dengan adanya teknologi digital dan bukan malah sebaliknya, kita terperosok dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak berguna dan tidak berdampak positif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. ***
