Konten dari Pengguna

Abadikan Bentrok Warga dan Polisi, Wartawan LPM Suaka Diintimidasi

Ibnu Fauzi

Ibnu Fauzi

To be a good people

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ibnu Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Abadikan Bentrok Warga dan Polisi, Wartawan LPM Suaka Diintimidasi
zoom-in-whitePerbesar

Kekerasan aparat kepolisian terhadap wartawan di Kota Bandung kembali terjadi. Kali ini menimpa salah seorang wartawan kampus LPM Suaka UIN Bandung, Muhammad Iqbal.

Iqbal saat itu tengah meliput aksi demontrasi penggusuran tanah Taman Sari di Balai Kota (Balkot) Bandung, Kamis (12/4). Unjuk rasa tersebut berujung kericuhan antara polisi dan massa aksi.

Sekitar pukul 13.25, massa aksi terlibat adu pukul dengan aparat yang menjaga. Mereka lalu merapatkan barisan. Pukul 13.33, Dimas salah seorang massa aksi diseret oleh aparat, disusul oleh Ehang.

Melihat rekannya dipukuli, massa aksi lain, Eva mencoba melindungi kedua rekannya. Iqbal yang tengah meliput, melihat aksi kekerasan tersebut. Saat akan mengabadikan tindak kekerasan, Iqbal ditahan dan didorong oleh salah satu aparat.

"Siapa lo *nj*ng! Keluar sana," kata salah seorang polisi sambil mendorong Iqbal.

Meski mendapat perlakuan buruk, Iqbal tetap bertahan. Namun ia tetap dipaksa dan didorong untuk keluar gerbang Balkot. Saat itu Iqbal sudah mengaku sebagai wartawan sambil menunjukkan kartu pers.

"Saya sudah bilang dari pers, tapi tidak digubris dan diusir," ucap Iqbal.

Iqbal pun memilih keluar dari gebang Balkot. Ia lalu mencari jalan lain agar bisa ke mobil Dalmas dan ingin mendokumentasikan perlakuan aparat kepada Dimas dan Ehang.

Iqbal lalu mendekati dan memotret mobil Dalmas yang di dalamnya terdapat Ehang dan Dimas. Menurut keterangan Dimas, sebelum masuk ke mobil Dalmas, ia sempat dipukil dan ditendang.

"Saya lalu memotret dari jauh. Hampir delapan jepretan. Setelah itu seorang polisi melihat saya. Polisi itu menarik dan meminta identitas saya," jelasnya.

Setelah kartu pers ditunjukkan, Iqbal malah ditarik ke dekat mobil Dalmas. Ia diinterogasi oleh beberapa polisi dan memaksa mengambil kamera miliknya.

Iqbal menolak untuk memberikan kamera dan mengaku jika gambar yang diambilnya merupakan hak pers untuk mengetahui apa yang terjadi. Polisi pun menganggap Iqbal tak kooperatif. Ia lalu dimasukan ke dalam mobil dalmas.

"Saya terus ditekan dan memaksa poto yang saya ambil untuk dihapus. Polisi lalu menggeledah tas saya. Polisi yang menyebut dirinya intel bilang bahwa saya sudah melanggar etik," ujarnya.

Seorang anggota intel lainnya juga memaksa poto untuk dihapus. Intel itu menyebut penghapusan foto demi kebaikan Iqbal.

"Saya lalu menagih kartu pers yang dibawa salah seorang polisi. Tapi polisi itu memberi syarat, kartu pers balik tapi foto dihapus," katanya.

Awalnya Iqbal menolak untuk menghapus foto. Namun karena terus ditekan, foto yang ia ambil pun terpaksa dihapus. Saat foto dihapus pun, polisi terus memperhatikan foto-foto yang ada di kameranya.

Abadikan Bentrok Warga dan Polisi, Wartawan LPM Suaka Diintimidasi (1)
zoom-in-whitePerbesar

Abadikan Bentrok Warga dan Polisi, Wartawan LPM Suaka Diintimidasi (2)
zoom-in-whitePerbesar

Abadikan Bentrok Warga dan Polisi, Wartawan LPM Suaka Diintimidasi (3)
zoom-in-whitePerbesar