Pemprov DKI Akan Buat Sekretariat Difabel di Balai Kota

To be a good people
Tulisan dari Ibnu Fauzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemprov DKI Jakarta akan membuat sekretariat bersama bagi difabel di Balai Kota. Hal itu ia lakukan dalam rangka mendukung para difabel agar tetap dapat beraktivitas. Salah satunya penggunaan bahasa isyarat yang perlu dikembangkan di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai audiensi bersama Yayasan Ibtisamah Mulia Pusat Penelitian dan Pengembang Dakwah Islam untuk Tuli, Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbindo), Persatuan Disabilitas Indonesia, Majelis Taklim Tuli Indonesia (MTTI), dan The Little Hijabi School (Project Quran Indonesia).
"Belajar banyak dari teman-teman ini, termasuk bahwa mereka lebih suka pakai istilah tuli bagi yang tidak bisa mendengar dan difabel rungu bagi yang memiliki kekurangan dalam mendengarkan tingkat ringan sampai menengah," tulis Anies dalam akun Instagramnya @aniesbaswedan.
Selain itu, Anies juga akan mengajak teman-teman tuli untuk membuka kelas bahasa isyarat di Balai Kota.
Aktivis Tuli Surya Putra Sahetapy menyambut baik dan berterima kasih atas fasilitas yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, nantinya kelas bahasa isyarat sendiri akan dibuka untuk umum.
"Untuk daerah lain, mending kalian tag pemerintah daerah lain seperti Gubernur, Wali Kota dan lain-lain di sini, biar mereka ikutan! Sayangi lah bahasa isyarat kalian," tulis Surya dalam postingan terbarunya di Instagram.
