Pemburu Momen saat Trip

Tulisan dari anissavero tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kira-kira siapa sih yang pemburu momen itu? Siapa aja kan bisa jadi pemburu momen? Coba kita inget-inget lagi sewatu kita lagi trip dengan orang tua atau temen atau pacar, pasti dong kita minta difotoin atau difoto diem-diem. Apa mereka rela ngapain aja demi dapetin foto kalian yang bagus? Enggak juga ah. Kebanyakan mereka fotonya cuma berdiri sejajar dengan kita tetapi kamera atau hpnya aja yang miring-miring.
Lalu siapa ya, apa mungkin kids jaman now? Memang sih kalau kids jaman now yang lagi trip kerjaannya ngepost foto ke media sosial, karena kalau enggak post pasti dibilang hoax atau ngambil gambar dari google doang. Tetapi kalau kids jaman now ngambil gambarnya yang penting keliatan kekinian dan nggak jarang buat niruin jepretan orang lain yang ngehits. Yang begini sih pemburu medsos buka pemburu momen, hehe.
Pemburu momen yang terkenal handalnya itu bisa dari kids jaman now dan atau traveler yang hobi dan atau kerjanya sama dunia fotografi. Siapa aja emang bisa jadi pemburu momen tetapi effort dan skill fotografer buat ngabadiin momen itu yang bisa dibilang pemburu momen sejati.
Fotografer kalau sudah ngambil gambar pasti rela banget ngadepin cuaca yang model gimanapun, entah kepanasan atau kehujanan dan rela kotor-kotor demi nunjukin hasil terbaik si objek saat difoto. Contohnya aja, tim fotografer kumparan ini. Selama road trip dari Surabaya ke Bayuwangi, mereka rela naik di bagian bak belakang mobil jenis double cabin. Sudah pasti dong mereka bakal diterjang banyak angin dan membahayakan keselamatan mereka. Eh, tapi jangan sembarang ditiru ya, pengambilan gambar dengan cara ini dalam pengawasan dan sudah mendapat ijin dari pihak yang berwajib.
Gaya juga mereka sangat beragam, tetapi bukan untuk difoto loh namun hanya buat dapetin gambar si objek seperti foto tim tim fotografer kumparan dan peserta road trip rush. Ada yang bergaya sedang kuda-kuda, jongkok, bahkan tiduran kali ya. Mereka bergaya apapun dan di manapun tempatnya, entah di tempat yang bergerak atau tidak. Kebayang kan gimana capeknya? Mereka ngambil gambar berkali-kali, setiap waktu, bisa jadi di setiap menit, atau mungkin detik haha. Dan ujung-ujungnya mereka harus memilih beberapa foto saja yang terbaik buat mereka post.
Belum lagi peralatan jaman nownya fotografer yang beraneka ragam dan perlu kasih sayang dan di rawat biar nggak rusak, wah pasti ribet tuh bawa barang sewaktu trip di alam. Isi tas mereka bukan baju mungkin ya tapi peralatan fotografi semua. Dan sangking banyaknya, nggak jarang sekecil apapun peralatannya suka dicariin. Contohnya aja seperti tutup kamera yang bentuknya kayak oreo, kalau uda kelar foto-foto selalu deh dicariin si oreonya. Duh, kalau sama pasangannya diginiin juga nggak ya haha
(Foto: Sakinah Alaydrus)
Kalau orang awam yang ngeliat sih fotografer bisa jadi pengemat yang handal juga karena mereka detail mencari hal unik, membuat hanya dengan gambar bisa memiliki cerita, dan membuat objek yang biasa menjadi nggak biasa. Beberapa skillnya memang bisa dipelajarin, seperti dengan berlatih menggunakan kamera. Tetapi yang susah dan nggak semua orang bisa adalah angle of view (sudut pemotretan) yang tepat.
Nah, kalau merekanya yang difotoin sama orang awam gimana ya? pasti si fotografer suka nggak puas mungkin sama hasil fotonya. Bakal serba salah gitu orang awam disuruh ngefotoin fotografer. Yang pasti keren banget dah fotografer sejagat raya. Buat fotografer jangan lupa sayangin diri kalian sendiri ya, bukan cuma kamera atau hasil fotonya aja. Utamain diri sendiri agar kalian baik-baik aja sewaktu ngambil gambar.
