Beli Makanan di Kantin Setiap Hari, Sudahkah Memperhatikan Keamanannya?

Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Airlangga
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Idhea Awaly Nurlathifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap hari, kantin kampus menjadi tujuan utama mahasiswa untuk mengisi energi di sela-sela perkuliahan. Harga yang terjangkau, lokasi strategis, serta pilihan menu yang beragam menjadikan kantin sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mahasiswa di kampus. Namun, dibalik kemudahan tersebut, masih sedikit mahasiswa yang benar-benar memperhatikan apakah makanan yang mereka konsumsi telah diolah dan disajikan sesuai dengan prinsip hygiene dan sanitasi yang baik.
Keamanan Pangan Berawal dari Hygiene dan Sanitasi Kantin
Menurut WHO (2023), hygiene adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Sanitasi menurut Permenkes No. 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan.
Secara umum, hygiene merupakan upaya kesehatan individu dalam menjaga kebersihan, sedangkan sanitasi lebih berfokus dalam penerapan kesehatan pada lingkungan dan fasilitas pendukung. Keduanya saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan dalam upaya pencegahan penyakit.
Penerapan yang baik bukan hanya untuk estetika semata, tetapi sebagai bentuk dalam menjamin keamanan pangan (food safety). Sebaliknya, kantin kotor berpotensi menjadi sarang bakteri pathogen seperti E.coli atau Salmonella yang memicu terjadinya kejadian luar biasa (KLB).
Dampak Mengabaikan Hygiene dan Sanitasi Kantin
Kurangnya penerapan dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan oleh bakteri, virus, maupun mikroorganisme lainnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan berbagai penyakit bawaan pangan seperti diare, keracunan makanan, hingga infeksi saluran pencernaan.
Bagi mahasiswa, gangguan kesehatan tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat mengurangi konsentrasi belajar dan menurunkan produktivitas akademik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kantin menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan seluruh sivitas akademika.
Kebiasaan Sederhana yang Menentukan Keamanan Pangan
Sebagai penjamah makanan atau orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan, wajib menerapkan protokol kebersihan secara ketat. Salah satu langkah paling mendasar adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengolah maupun menyajikan makanan untuk mengurangi risiko perpindahan mikroorganisme. Selain itu, penggunaan masker dan penutup kepala juga penting untuk mencegah pencemaran makanan yang akan dikonsumsi.
Kebersihan diri juga perlu diperhatikan dengan menjaga kuku tetap pendek dan bersih agar tidak menjadi tempat menumpuknya kotoran maupun bakteri. Penerapan kebiasaan-kebiasaan sederhana tersebut merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan pangan sekaligus melindungi kesehatan konsumen.
Faktor Lain yang Turut Menjaga Mutu dan Kebersihan Makanan
Keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kebersihan penjamah makanan, tetapi juga pada sanitasi peralatan, lingkungan kantin, dan kualitas bahan makanan yang digunakan. Peralatan makan maupun alat masak harus dicuci dengan air bersih dan disimpan di tempat kering agar terhindar dari kontaminasi. Selain itu, area kantin perlu dijaga tetap bersih dengan tempat sampah tertutup, lantai yang rutin dibersihkan, ventilasi yang baik, serta bebas dari hama seperti lalat, kecoa, dan tikus yang berpotensi membawa bibit penyakit.
Di sisi lain, keamanan pangan juga dimulai dari pemilihan bahan makanan yang segar dan berkualitas. Bahan pangan perlu disimpan pada suhu yang sesuai serta dipisahkan antara bahan mentah dan makanan matang untuk mencegah terjadinya cross-contamination.
Dengan penerapan sanitasi yang baik pada seluruh proses mulai dari penyimpanan hingga penyajian, risiko pencemaran makanan dapat diminimalkan sehingga makanan yang disajikan kepada mahasiswa menjadi lebih aman untuk dikonsumsi.
Peran Bersama dalam Mewujudkan Keamanan Pangan
Mewujudkan kantin kampus yang bersih dan sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola kantin, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pihak kampus dan kepedulian mahasiswa sebagai konsumen. Pengelola perlu menerapkan standar hygiene dan sanitasi secara konsisten. Selain itu, kampus dapat melakukan edukasi dan pengawasan secara berkala, serta mahasiswa dapat berperan dengan memilih kantin yang menerapkan kebiasaan hidup bersih.
Melalui kolaborasi, budaya menjaga kebersihan dan keamanan pangan di lingkungan kampus dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, kantin kampus tidak hanya menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan dan kenyamanan.
