Konten dari Pengguna

Cerita Anak Petani Karet; Ekspor Karet Meningkat Tapi Petani Tak Mapan

Idris Hasibuan

Idris Hasibuan

Anak kos yang doyan kelayapan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Idris Hasibuan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petani karet via www.bapermulu.com
zoom-in-whitePerbesar
Petani karet via www.bapermulu.com

Sebagai salah satu seorang anak petani karet di Padanglawas, Sumatra Utara. Sedari kecil saya selalu melihat ayah saya bangun pagi-pagi, sarapan, membawa bekal dan kemudian berangkat ke kebun karet untuk menderes. Untuk menuju kebun karet juga sungguh menguras tenaga, ada yang sampai di lalui dengan berjalan kaki selama 1 sampai 2 jam karena memang sangat jauh. Tapi yang namanya orang tua tak pernah mengeluh untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya, mulai dari sandang, pangan sampai dengan pendidikan.

Di zaman sekarang, hampir semua anak petani karet tak ingin lagi menjadi petani karet. Kami memilih untuk merantau ke kota-kota besar untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah, dan tentu saja dengan bakal pendidikan yang kami punya. Sebenarnya bukannya karena malu untuk menjadi petani karet, hanya saja harga getah karet yang jarang bersahabat dengan para petani.

Sektor Pertanian Menyumbang 13,14 % Terhadap Produk Domestik Brotu (PDB) Tahun 2017.

Sumber : www.bps.go.id

Jika dilihat dari gambar diatas, Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia, hal ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar yaitu sekitar 13,14 persen pada tahun 2017 atau merupakan urutan kedua setelah sektor Industri Pengolahan.

Masih daru data diatas, dapat dilihat Kontribusi sub sektor perkebunan dalam PDB yaitu sekitar 3,47 persen pada tahun 2017 atau merupakan urutan pertama di sektor Pertanian. Salah satu perkebunan yang paling banyak menyumbang adalah Karet. Karet ini merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Karet juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas.

Indonesia Sendiri Selalu Masuk 5 Negera Teratas Penghasil/Produsen Karet di Dunia.

Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir karet terbesar dunia. Selain peluang ekspor yang semakin terbuka, pasar karet di dalam negeri masih cukup besar. Pasar potensial yang akan menyerap pemasaran karet adalah industri ban, otomotif, aspal, dan lain-lain.

Sumber : https://www.kamusdata.com/daftar-20-negara-penghasil-karet-alam-terbesar-di-dunia/

Sebagai penghasil karet terbesar ke dua di dunia, hamparan perkebunan karet di Indonesia memang di dominasi oleh Pulau Sumatra dan kalimantan. Di pulau sumatra sendiri perkebunan karet baik miliki petani maupun perusahaan paling banyak di Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Riau, Jambi dan di Kalimantan Barat.

www.bps.go.id

Sedangkan jika dilihat dari kepemilikan karet masih di dominasi oleh masyarakat. Meski memang akhir-akhir ini lebih banyak yang menanam kelapa sawit. Dari buku yang dirilis Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 dengan judul Statistik Karet Indonesia tahun 2017, perkebunan rakyat 82,64%, Perkebunan Swasta 10,49% dan perusahaan perkebuan negara 6,87%.

www.bps.go.id

Sementara Itu, Ekspor Indonesia Atas Karet Setiap Tahunnya Meningkat.

Jika dilihat dari nilai ekspor indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, tapi sayangnya keadaan ekonomi para petani karet tidak serta meningkat juga. Hal ini dapat disebabkan berbagai faktor, salah satunya adalah murahnya harga di tingkat para petani.

https://www.bps.go.id/statictable/2019/02/27/2030/ekspor-karet-remah-menurut-negara-tujuan-utama-2012-2017.html

Semoga dengan peningkatan eskpor yang setiap tahunnya mengalami peningakatan kelak akan membawa berkah tersendiri bagi para petani.

#BeraniEkspor #142KarantinaMelayani