Konten dari Pengguna

Apa Rahasia Performa Lamine Yamal: Makanan Bergizi, Bakat atau Kerja Keras?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ifan Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia sepak bola, terkadang untuk menjadi seorang pemain bintang diperlukan berbagai macam usaha, mulai dari makanan yang bergizi hingga kerja keras. Sejatinya, pemain bintang bisa dibedakan dari dua aspek, yaitu menjadi pemain bintang karena memiliki bakat atau karena kerja keras yang dilakukan secara konsisten.

Foto oleh Володимир Король dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/laki-laki-pria-lelaki-suami-16499013/
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Володимир Король dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/laki-laki-pria-lelaki-suami-16499013/

Setiap tahun pasti bermunculan pemain muda bertalenta dari berbagai macam klub sepak bola di dunia. Pemain muda bertalenta bukan berarti pasti menjadi pemain bintang. Akan tetapi, pemain bintang biasanya lahir dari sebuah kerja keras dan konsistensi yang dilakukan secara terus-menerus.

Pemain bintang yang bersinar karena memiliki bakat luar biasa salah satunya adalah Lionel Messi, sedangkan pemain bintang yang dikenal karena kerja keras serta diiringi dengan konsistensi adalah Cristiano Ronaldo. Kedua pemain bintang ini tidak semata-mata lahir dari asupan makanan bergizi saja. Dalam mencapai level sebagai pemain bintang, keduanya menempuh jalannya masing-masing.

Namun, apakah Lamine Yamal menjadi pemain bintang karena makanan bergizi, bakat, atau kerja keras?

Lamine Yamal, atau memiliki nama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana, merupakan seorang pesepakbola kelahiran 2007. Sejak usia 7 tahun, Lamine Yamal sudah bergabung dengan akademi La Masia di Barcelona. Dilansir dari Transfermarkt.co.id, Lamine Yamal mulai melakukan debut profesional bersama FC Barcelona saat berusia 15 tahun, 9 bulan, dan 16 hari. Usia yang bisa dibilang sangat muda untuk melakukan debut di tim profesional.

Hal ini menunjukkan bahwa Lamine Yamal sudah berada di level yang berbeda dengan pemuda berusia 15 tahun pada umumnya. Di sisi lain, pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa Lamine Yamal tidak hanya memiliki bakat, tetapi juga diimbangi dengan kerja keras, latihan, serta pola hidup yang sehat, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Dilansir dari Goal.com, pada musim 2023/2024 Lamine Yamal tercatat sudah bermain sebanyak 49 kali dan menjadi starter sebanyak 31 kali. Ia juga berhasil mencatatkan 7 gol dan 7 assist. Sebuah pencapaian yang sangat menjanjikan dari seorang pemain yang saat itu masih berusia 16 tahun.

Puncaknya terjadi pada tahun 2024, ketika usianya baru 17 tahun. Lamine Yamal berhasil membantu Timnas Spanyol memenangkan gelar Euro 2024 dan menjadi pemain muda terbaik Euro 2024. Menurut UEFA.com, Lamine Yamal mencatatkan 1 gol dan 4 assist sepanjang kompetisi tersebut.

Lamine Yamal saat membela Timnas Spanyol pada September 2025. Foto: Biso/Wikimedia Commons (CC BY 4.0). Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File%3ALamine_Yamal_in_2025.jpg

Pada tahun 2026, Lamine Yamal berhasil membantu Spanyol menjuarai FIFA World Cup dengan mengalahkan Argentina di final. Ini membuktikan adanya peningkatan dalam perjalanan karier Lamine Yamal, dari memenangkan Euro pada tahun 2024 hingga memenangkan FIFA World Cup pada tahun 2026.

Secara tidak langsung, bakat yang dimiliki Lamine Yamal, jika diiringi dengan kerja keras dan konsistensi, dapat memberikan hasil yang memuaskan. Ia tidak semata-mata bergantung kepada makanan bergizi saja, karena asupan gizi yang cukup jika tidak dibarengi dengan latihan, kerja keras, dan konsistensi tentu tidak akan menghasilkan pencapaian yang maksimal.

Foto oleh Alberta Studios dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/roti-makanan-salad-sehat-9717268/

Pada akhirnya, menjadi pemain bintang bukan hanya tentang seberapa besar bakat yang dimiliki atau seberapa bergizi pola makan yang diterapkan. Tetapi, Ada proses panjang yang harus dijalani. Lamine Yamal mungkin memiliki bakat luar biasa sejak usia muda, tetapi bakat tersebut perlu dikembangkan melalui kerja keras, latihan, konsistensi, dan pola hidup yang baik.