Pantai Kedung Tumpang Tulugangung, The Secret View of Java

Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Tulisan dari Muhammad Iffat Faadhil tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memiliki banyak sekali keindahan alam yang tak terelakkan sehingga memiliki daya tarik sendiri bagi bangsa lain tak terkecuali wisata pantai. Salah satu wisata pantai terbaik dari wisata-wisata di Indonesia adalah Pantai Kedung Tumpang. Sesuai dengan namanya, Kedung Tumpang memiliki arti yaitu Kolam yang saling bertumpang.
Lokasi atau rute Kedung Tumpang sendiri terletak di desa Pucunglaban, Kecamatan Pucunglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Untuk mencapai lokasi tersebut wisatawan dapat melewati Jalan Pesantren sejauh sekitar 1,5 kilo meter lalu berbelok ke kiri. Kemudian melanjutkan perjalanan sejauh dua kilo meter kemudian belok ke arah kanan.
Lanjutkan perjalanan menuju Jalan Kalidawir – Panjerejo dengan ciri belok ke kiri bila menemukan sebuah gedung rumah sakit di persimpangan jalan. Ikuti jalan lurus ke depan sejauh dua kilo meter lalu berbelok ke kanan melewati pengisian bahan bakar di kiri jalan. Kemudian ikuti jalan sejauh tiga kilo meter panjangnya, lalu belok ke arah kiri.
Perjalanan Anda terus dilakukan sejauh 1,5 kilo meter lalu berbelok ke arah kanan kemudian akan menuju Jalan Demuk. Saat itu Anda akan mulai melewati jalan yang berkelok dengan tanjakan dan medan yang cukup terjal. Anda harus menjaga fokus dan jangan melaju dengan kecepatan yang membahayakan karena jalan yang dilalui cukup berbahaya.
Selama perjalanan anda akan disuguhi dengan pemandagan pantai yang sangat indah. Setelah sampai di lokasi pintu masuk pantai, wisatawan diwajibkan membayar uang sebesar Rp 5.000 untuk tiket masuk ke dalam Pantai Kedung Tumpang.
Wisatawan tidak langsung disuguhkan dengan keindahan pantai Kedung Tumpang, karena sejatinya Kedung Tumpang tampak lebih seperti kumpulan kolam dari batu karang tanpa adanya pasir disekitar lokasi.
Setelah sampai di lokasi pintu masuk awal, wisatawan harus menempuh 1 KM dengan berjalan kaki untuk sampai di Kedung Tumpang. Selama berjalan wisatawan harus tetap fokus karena jalan yang ditempuh cukup terjal dan banyak batu.
Dan ini merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah karena akses lokasi ke pantai Kedung Tumpang cukup sulit dicapai dan sedikit berbahaya. Karena pada dasarnya Kedung Tumpang sendiri sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan sejak tahun 2015. Akan tetapi, masih belum ada respon dari pemerintah untuk memperbaiki akses Wisata Pantai Kedung Tumpang.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, perjuangan tersebut terbayarkan dengan keindahan dan keeksotisan Pantai Kedung Tumpang. Wisatawan akan disuguhkan dengan kolam-kolam batu karang yang berisi air laut. Hal tersebut terjadi karena air laut pasang pada malam harinya sehingga batu-batu karang berbentuk seperti kolam terisi dengan air laut.
Akan tetapi, dibalik cerita keindahan dan kebahagiaan wisatawan di Kedung Tumpang terdapat juga kisah duka. Pantai Kedung Tumpang sudah banyak memakan korban karena ganasnya ombak di pantai tersebut. Hal itu yang menjadi kewaspadaan bagi masyarakat setempat untuk selalu memberikan peringatan kepada wisatawan agar selalu menjaga jarak dari pinggiran batu karang yang menjorok ke laut, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Untuk mengantisipasi terjadinya korban lagi, disekitar Pantai Kedung Tumpang selalu dijaga oleh warga setempat yang bertugas. Karena terkadang air pasang bisa saja terjadi kapan pun sehingga ketika air sudah mulai pasang, Pantai Kedung Tumpang otomatis langsung ditutup dan wisatawan yang ada disekitar tidak diperbolehkan berada di pantai tersebut.
Itulah beberapa hal dari pengalaman penulis selama berwisata di Pantai Kedung Tumpang. Semoga dengan adanya artikel ini pembaca dapat merasakan pengalaman yang penulis rasakan dan juga pemerintah daerah mampu memberikan perbaikan dalam akses ke Pantai Kedung Tumpang sehingga wisatawan dapat merasakan kenyamanan dan keamanan selama berwisata.
