Konten dari Pengguna

Objek Wisata di Lahan Basah Kota Seribu Sungai

Ihsan Fadilah

Ihsan Fadilah

mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ihsan Fadilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lahan basah merupakan salah satu wilayah terbesar di permukaan bumi. Lahan basah atau wetland adalah wilayah-wilayah di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Wilayah-wilayah itu sebagian atau seluruhnya kadang-kadang tergenangi oleh lapisan air yang dangkal. Digolongkan ke dalam lahan basah ini, di antaranya adalah rawa-rawa (termasuk rawa bakau), payau, dan gambut. Air yang menggenangi lahan basah dapat tergolong ke dalam air tawar, payau, atau asin.

Menurut Konvensi Ramsar (The Convention on Wetlands of International Importance, especially as Waterfowl Habitat) yang ditandatangani pada tanggal 2 Februari 1971, definisi lahan basah adalah: “…wetlands are areas of marsh, fen, peatland or water, whether natural or artificial, permanent or temporary, with water that is static or flowing, fresh, brackish or salt, including areas of marine water the depth of which at low tide does not exceed six metres.” (Article 1.1). Juga “[Wetlands] may incorporate riparian and coastal zones adjacent to the wetlands, and islands or bodies of marine water deeper than six metres at low tide lying within the wetlands.” (Article 2.1).

Lahan basah di Banjarmasin Utara (Dok. Pribadi)

Macam jenis lahan basah dibedakan menjadi dua yaitu lahan basah alami dan buatan. Lahan basah alami meliputi rawa-rawa air tawar, hutan bakau (mangrove), rawa gambut, hutan gambut, paya-paya, dan riparian (tepian sungai). Sedangkan lahan basah buatan meliputi waduk, sawah, saluran irigasi, dan kolam. Saat ini, lahan gambut dan mangrove, menjadi dua jenis lahan basah yang mengalami kerusakan serius di berbagai wilayah Indonesia. Hutan rawa gambut di Sumatra dan Kalimantan, banyak dikonversi menjadi perkebunan dan lahan pertanian. Pun ribuan hektar hutan mangrove, telah ditebangi dan dikonversi untuk kegiatan budidaya perairan.

Lahan Basah di Banjarmasin Utara (Dok. Pribadi)

Sebenarnya ada banyak sekali pemanfaatan lahan basah yang telah dilakukan, seperti yang ada di Kota Banjarmasin ini.

Selamat datang di Banjarmasin saribu sungai, sama seperti penggalan lirik tersebut kota ini memang memiliki banyak sungai.

Sekarang memang banyak sekali wisata-wisata, namun apa yang dihadirkan di Banjarmasin rasanya sangat khas sekali, mengingat kota seribu sungai ini tak lepas dari lahan basahnya. Pemanfaatan ini tak serta merta hanya untuk meraup keuntungan, namun kaya akan sejarah maupun keindahannya.

Pemanfaatan lahan basah menjadi tempat wisata ini pun telah dilakukan puluhan tahun yang lalu. Apa saja tempat wisata di lahan basah yang ada di kota seribu sungai ini? yuk, kita lihat!

kompleks makam Sultan Suriansyah. (dok. pribadi)

1. Kompleks Makam Sultan Suriansyah

Kompleks Makam Sultan Suriansyah adalah sebuah kompleks pemakaman yang terletak di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Wisata religi yang satu ini tak akan pernah terlewatkan, mengingat sejarah panjang di dalamnya. Kawasan tersebut menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Kalsel yang mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Bersaing dengan sebanyak 74 desa lainnya di Indonesia.

sedikit sejarah mengenai sultan suriansyah, beliau merupakan raja Kerajaan Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Sewaktu kecil namanya adalah Raden Samudera, setelah diangkat menjadi raja namanya menjadi Pangeran Samudera dan setelah memeluk Islam namanya menjadi Sultan Suriansyah. Gelar lainnya adalah Panembahan atau Susuhunan Batu Habang.

Apabila kalian mengunjungi Banjarmasin, jangan lewatkan ya untuk mampir sejenak dan menikmati keindahan sungai kuin di seberangnya.

Masjid Sultan Suriansyah (dok. pribadi

2. Masjid Sultan Suriansyah

Tak jauh dari kompleks makam Sultan Suriansyah, terdapat juga masjid bersejarah yaitu Masjid Sultan Suriansyah lho. Jarak dari Kompleks Makam menuju mesjid ini hanya sekitar 400 meter.

Masjid ini merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan lho, dan juga menjadi Ikon Desa Wisata Kuin Utara.

Wilayah ini dulu dikenal sebagai pusat penyebaran agama Islam di bawah Pemerintahan Kerajaan Banjar pimpinan Sultan Suriansyah. Mengunjungi desa wisata ini, wisatawan dapat menelusuri dan napak tilas perjalanan kerajaan melalui sejumlah peninggalan sejarah yang hingga kini masih terawat dengan baik.

Masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Kuin ini lekat dengan gaya arsitektur khas Banjar. Konstruksi dasarnya adalah rumah panggung berbahan dasar kayu ulin dan beratap tumpang tiga dengan hiasan mustaka pada bagian atapnya.

Di bagian dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang juga terbuat dari kayu besi/ulin. Lengkungan di muka mimbar dihiasi kaligrafi Arab. Di bawah tempat duduk mimbar terdapat undak-undak berjumlah sembilan yang dihiasi dengan ukiran berupa sulur-suluran, kelopak bunga, dan arabes yang distilir. Di bagian mihrab, atapnya terpisah dengan bangunan induk.

Kapan lagi melihat keindahan masjid bersejarah ini. Disarankan saat mendatangi masjid ini ketika saat matahari mulai terbenam, karena, kalian akan melihat keeksotikan indahnya sungai kuin di siring yang terletak di seberang masjid tersebut.

Wisata Selanjung Sungai Biuku (dok. pribadi)

3. Wisata Selanjung Sungai Biuku

Beralih sedikit ke arah timur utara Banjarmasin, terdapat objek wisata yang unik loh sobat! yaitu Wisata Selanjung Sungai Biuku.

Biuku atau yang biasanya diseebut dengan Tuntong sungai ini tak kalah bagusnya terhadap pemanfaatan lahan basah di kota seribu sungai ini.

ada beberapa atraksi yang bisa dilakukan seperti wisata susur sungai dengan konsep "Sungai Biuku Studi Tour" bisa dinikmati wisatawan mulai mengenal alat pancing tradisional, pembuatan ecobrick atau kerajinan daur ulang sampah plastik, hingga menikmati kuliner lempeng belayung.

Tak lupa, kekhasan dari objek wisata ini adalah adanya Biuku atau Tuntong sungai yang dapat dilihat secara langsung.

Sungai Biuku meraih prestasi membanggakan sebagai lima desa wisata di Banjarmasin dari 300 desa wisata se-Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun 2022.

-

Nah, itulah beberapa destinasi wisata ditanah lahan basah Kota Seribu Sungai ini. Sungai memang sudah menjadi bagian dari orang Banjar, maka dari itu tak luput dari sejarah panjangnya.

Pemanfaatan lahan basah pun, dilihat juga sudah dimanfaatkan sebaik mungkin baik dari perangkat desa, pemkot maupun pemprov. Kami tunggu kalian ke sini untuk menikmati panorama indahnya Kota Seribu Sungai!

Ucapan kerima Kasih

Terima kasih saya ucapkan kepada dosen pengampun mata kuliah Pengantar Lingkungan Lahan Basah ibu Dr. Rosalina Kumalawati S.Si., M.Si., karena telah memberikan waktu dan kesempatan kepada saya untuk bisa menulis penelitian ini dan terimaksih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang sudah ikut dalam penelitian ini dengan melakukan survei ke tempat yang dituju.