Panas Terik Tak Lagi Mengancam: Peran Teknologi Wearable dalam Keselamatan Kerja

Taufiq Ihsan Ph.D adalah Dosen Tetap Departemen Teknik Lingkungan, Universitas Andalas, dengan Bidang Keahlian: Kesehatan dan Manajemen Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Air, Sanitasi dan Higiene Kebencanaan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Taufiq Ihsan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayangkan kamu bekerja di bawah terik matahari, membangun gedung bertingkat, atau memanen hasil pertanian. Atau mungkin kamu membayangkan petugas pemadam kebakaran yang berjuang melawan api, atau pekerja pabrik yang dikelilingi mesin-mesin panas. Di tengah suhu yang melonjak, pekerjaan ini bisa menjadi sangat berat dan bahkan berbahaya.
Panas berlebih dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kelelahan hingga serangan panas yang mengancam jiwa. Itulah mengapa penting bagi kita untuk menemukan cara yang lebih baik untuk melindungi para pekerja dari bahaya stres panas.
Teknologi Wearable: Solusi Masa Depan
Kabar baiknya, teknologi kini hadir untuk membantu! Teknologi wearable atau yang bisa dipakai, seperti gelang pintar atau sensor yang dipasang di baju, dapat memberikan informasi real-time tentang kondisi tubuh pekerja dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, kita bisa tahu lebih awal jika seseorang berisiko mengalami masalah kesehatan akibat panas, dan mengambil tindakan pencegahan sebelum terlambat.
Sebuah penelitian terbaru telah meninjau berbagai teknologi wearable yang saat ini tersedia untuk memantau stres panas di tempat kerja. Teknologi ini dapat mengukur berbagai hal, seperti detak jantung, suhu tubuh inti, tingkat keringat, bahkan suhu dan kelembaban udara di sekitar pekerja.
Manfaat Teknologi Wearable untuk Keselamatan Kerja
Dengan adanya teknologi wearable, kita dapat:
Mendeteksi Dini Stres Panas: Teknologi ini dapat memberikan peringatan dini jika seorang pekerja menunjukkan tanda-tanda awal stres panas, seperti peningkatan detak jantung atau suhu tubuh yang tinggi.
Mengambil Tindakan Pencegahan: Dengan informasi real-time, pengawas atau petugas kesehatan dapat segera mengambil tindakan, seperti meminta pekerja beristirahat di tempat teduh atau memberikan cairan tambahan.
Mengembangkan Program Pencegahan yang Lebih Baik: Data yang dikumpulkan dari teknologi wearable dapat membantu perusahaan memahami risiko stres panas di tempat kerja mereka dan mengembangkan program pencegahan yang lebih efektif.
Meningkatkan Kesadaran Pekerja: Teknologi wearable juga dapat membantu pekerja lebih memahami kondisi tubuh mereka sendiri dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari stres panas.
Tantangan dan Peluang di Indonesia
Di Indonesia, di mana banyak pekerja melakukan aktivitas di luar ruangan atau di lingkungan yang panas, teknologi wearable ini memiliki potensi besar. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti:
Biaya. Beberapa teknologi wearable masih cukup mahal, sehingga mungkin sulit bagi perusahaan kecil atau menengah untuk mengadopsinya.
Penerimaan Pekerja. Beberapa pekerja mungkin merasa tidak nyaman atau khawatir tentang privasi mereka saat menggunakan teknologi wearable.
Infrastruktur. Di beberapa daerah, konektivitas internet mungkin menjadi kendala dalam penggunaan teknologi wearable yang membutuhkan koneksi real-time.
Meskipun ada tantangan, potensi manfaat dari teknologi wearable untuk keselamatan kerja di Indonesia sangat besar. Dengan investasi yang tepat dan dukungan dari pemerintah, perusahaan, dan pekerja, teknologi ini dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi semua.
