Konten dari Pengguna

Limbah Kotoran Ayam di Jember Disulap Jadi Media Tanam Ec-Cocomp Block

comment
12
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ika Dewi Sumiati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gkungan

Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa dan Dosen Sulap Kotoran Ayam Jadi Media Tanam Ramah Lingkungan di Jember

Jember – Bau menyengat dan tumpukan kotoran ayam yang selama ini menjadi masalah klasik di peternakan ayam ras petelur Bumi Sanggar Jaya, Desa Biting, Kabupaten Jember, kini mendapat solusi inovatif. Tim pengabdian kepada masyarakat menginisiasi program hilirisasi limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi bernama Ec-Cocomp Block, media tanam organik ramah lingkungan berbasis teknologi eco-enzyme.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Ec-Cocomp Block sebagai Green Product

Peternakan Bumi Sanggar Jaya merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berperan penting dalam ketahanan pangan di Kabupaten Jember dan Bondowoso. Dengan populasi ayam petelur mencapai 1.000–1.500 ekor, peternakan ini bahkan menjadi salah satu pemasok telur untuk tiga dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jember.

Namun di balik produktivitasnya, peternakan ini menghadapi persoalan lingkungan yang serius. Setiap hari, aktivitas peternakan menghasilkan 80–120 kilogram limbah kotoran ayam yang selama ini hanya ditumpuk di lahan belakang kandang tanpa pengolahan khusus. Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan menjadi sumber vektor penyakit. Upaya menjual limbah tersebut sebagai pupuk kompos konvensional pun tidak berlanjut karena nilai jualnya sangat rendah, hanya sekitar Rp5.000 per 5 kilogram.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian yang beranggotakan dosen dan mahasiswa merancang program bertajuk “Hilirisasi Limbah Peternakan Ayam Petelur Bumi Sanggar Jaya menjadi Ec-Cocomp Block Berbasis Eco-Enzyme Bernilai Ekonomi melalui Penguatan Strategi Pemasaran Green Product”. Program ini menyasar pengelola dan sepuluh pekerja peternakan sebagai mitra utama.

Praktik Pembuatan Ec-Cocomp Block

Dari Limbah Jadi Media Tanam Bernilai Jual

Ec-Cocomp Block dibuat dari campuran sabut kelapa (cocopeat) dan kotoran ayam yang difermentasi menggunakan eco-enzyme sebagai bioaktivator. Hasilnya berupa media tanam organik padat berbentuk balok berukuran 20 x 10 x 5 sentimeter dengan berat sekitar 500 gram per unit. Setiap 10 kilogram kompos kotoran ayam yang dicampur 5 kilogram cocopeat mampu menghasilkan sekitar 50 balok media tanam.

Produk ini lebih unggul dibanding kompos konvensional karena tidak berbau, memiliki pH stabil di kisaran 5,0-6,0 dengan tingkat kesuburan ideal, serta bertekstur remah dan berpori sehingga mendukung sirkulasi udara dan pertumbuhan akar tanaman. Kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dari kotoran ayam terfermentasi membuat produk ini bisa digunakan sebagai media tanam tunggal tanpa tambahan nutrisi lain, cocok bagi masyarakat urban yang gemar berkebun di lahan terbatas.

Pengukuran pH dan Kesuburan Media Tanam menggunakan Soil Meter

Bukan Sekadar Produksi, Tapi Juga Pemberdayaan

Program ini tidak berhenti pada aspek produksi. Sembilan peserta dari kalangan pekerja peternakan dibagi ke dalam tiga sub-unit kerja: tim pembuatan eco-enzyme, tim produksi Ec-Cocomp Block, dan tim pemasaran. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan tentang bahaya pencemaran limbah, pelatihan produksi, penguatan branding produk hijau, hingga pelatihan pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce seperti Shopee dan TikTok.

Tim juga membantu mitra membangun identitas produk lengkap dengan desain logo dan kemasan yang dirancang menggunakan bantuan AI dan Canva, sesuatu yang sebelumnya tidak dimiliki UMKM ini. Bahkan, pin lokasi peternakan di Google Maps turut dibuat agar calon mitra dan konsumen lebih mudah menjangkau lokasi usaha.

Sebagai langkah uji pasar, produk Ec-Cocomp Block juga akan dipasarkan secara langsung ke petani, kelompok tani, toko pertanian Trubus, dan toko tanaman hias di sekitar Jember untuk mendapatkan umpan balik sebelum dipasarkan lebih luas.

Kerjasama dengan Mitra Pertanian untuk Penjualan Produk

Kemasan Menarik, Siap Bersaing di Pasar Online

Dari sisi kemasan, setiap unit Ec-Cocomp Block dikemas berisi dua balok media tanam yang dibungkus plastik tebal 0,05 mm dan divakum menggunakan plastic sealer, lalu dilapisi kardus double wall box agar produk tetap terjaga kebersihannya dan tidak rusak selama proses distribusi. Desain kemasan dibuat dengan tampilan khas green product nuansa hijau dan alami untuk memperkuat citra ramah lingkungan sekaligus menarik minat konsumen di pasar daring.

Untuk pemasaran, produk ini rencananya akan tersedia secara offline melalui petani lokal, pelaku hidroponik, pecinta tanaman hias, distributor bibit, dan komunitas urban farming melalui toko-toko pertanian. Sementara secara online, Ec-Cocomp Block akan dipasarkan lewat marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, dilengkapi pin lokasi di Google Maps serta promosi melalui Instagram, TikTok, dan YouTube agar jangkauan pasarnya lebih luas hingga ke luar Jember.

Dilatih Langsung oleh Praktisi

Untuk memastikan kualitas pelatihan, tim pengabdian menggandeng dua narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi seputar pengelolaan limbah organik, dampak pencemaran lingkungan, dan teknik pengolahan limbah berkelanjutan disampaikan oleh seorang Dosen sekaligus Pengusaha Teknologi Pertanian asal Kabupaten Jember, yang juga berperan memonitor dan mengevaluasi aspek teknis pengelolaan limbah peternakan secara ramah lingkungan.

Sementara itu, untuk memperkuat sisi hilir usaha, pelatihan branding dan pemasaran digital dipandu oleh seorang Spesialis Branding & Marketing asal Kabupaten Jember. Narasumber ini berperan sebagai validator produk sekaligus pemateri dalam pelatihan desain logo, inovasi kemasan, penentuan harga jual, hingga strategi perluasan akses pasar baik secara konvensional maupun digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan Canva dalam mendesain identitas produk.

Kehadiran dua pemateri ini diharapkan memastikan mitra tidak hanya mampu memproduksi Ec-Cocomp Block secara teknis, tetapi juga memiliki bekal manajerial dan pemasaran yang memadai agar usaha dapat berjalan berkelanjutan secara mandiri.

Dukung Ekonomi Sirkular dan Target Berkelanjutan

Program yang dijadwalkan berjalan selama delapan bulan ini sejalan dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab, SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui potensi penurunan emisi gas rumah kaca.

Ke depan, tim pengabdian menargetkan replikasi teknologi Ec-Cocomp Block ke peternakan lain serta menjadikan Bumi Sanggar Jaya sebagai model UMKM berbasis green product yang bisa berkolaborasi dengan dinas peternakan dan koperasi desa. Dengan pendekatan ini, limbah yang dulunya menjadi sumber masalah lingkungan kini diharapkan berubah menjadi peluang usaha baru yang mendukung kemandirian ekonomi warga sekitar peternakan.