Mengulas Keindahan Bukit Biru Tenggarong dalam Perspektif Stilistika

Perkenalkan nama saya adalah Ika Nur Asiyah, biasa di panggil ika, saya mahasiswa aktif di Universitas Mulawarman Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Sastra Indonesia, angkatan 2024, di kelas B
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Ika Nur asiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tenggarong- Bukit Biru menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian karena keindahan alamnya yang menenangkan. Hamparan perbukitan hijau yang berpadu dengan langit luas menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman bagi para pengunjung.
Dalam kajian stilistika, pemandangan Bukit Biru dapat dipahami sebagai bentuk “bahasa alam” yang menghadirkan citraan visual dan kesan estetis. Warna hijau yang mendominasi, hembusan angin, serta lanskap yang terbuka memberi pengalaman yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.
Menurut saya, Bukit Biru bukan sekadar tempat wisata. Ada nuansa seolah alam sedang “berbicara” melalui keindahannya. “Saya senang bisa datang ke sini, suasananya bikin tenang dan betah,” ujar saya
Lebih dari itu, Bukit Biru menunjukkan bahwa keindahan alam bisa dimaknai secara lebih dalam. Tidak hanya sebagai pemandangan, tetapi juga sebagai bentuk hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. Bukit Biru Tenggarong pun menjadi contoh bahwa alam tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki “gaya” yang dapat dikaji melalui perspektif stilistika.
