Konten dari Pengguna

Pengamatan Lingkungan Lahan Basah di Wilayah Banjarmasin Timur

IKA INDRIA NINDYA

IKA INDRIA NINDYA

Mahasiswa jurusan geografi Universitas Lambung Mangkurat

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari IKA INDRIA NINDYA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelumnya kenalan dulu yuk dengan Lingkungan yang satu ini. Seperti apa sih Lingkungan Lahan Basah itu? Apakah selalu berbentuk sungai atau danau?

Lingkungan Lahan Basah bisa disebut juga wetland yaitu wilayah yang di mana tanahnya jenuh dengan air, baik bersifat permanen (menetap) atau musiman. Wilayah tersebut seluruhnya atau sebagian terkadang tergenang oleh lapisan air yang dangkal.

Menurut Global Wetlands Version 3, Kalimantan menduduki peringkat ke-2 wilayah lahan basah terluas di Indonesia, dengan luas 4,5 juta hektare. Untuk daerah tempat tinggal saya yaitu Kalimantan Selatan memiliki luas lahan basah sekitar 1.194.471,98 hektare atau 32,39% dari total luas daratan Kalimantan Selatan.

Kebetulan saya mengamati salah satu wilayah yang terdapat di Kalimantan Selatan yaitu di Kecamatan Banjarmasin Timur. Di daerah tersebut terdapat salah satu destinasi wisata yang terkenal yaitu Kampung Hijau.

Kampung Hijau
Sungai yang dimanfaatkan sebagai saranan transfortasi

Kampung hijau dialiri sungai yang sangat panjang, dikenal dengan Sungai Martapura. Sungai ini mengalir di wilayah tenggara Pulau Kalimantan yang beriklim hutan hujan tropis. Warga disana memanfaatkan sungai untuk mandi, memancing, dan sarana transportasi. Sebagian besar penghasilan warga setempat didapat melalui sungai tersebut. Banyak dari warga yang berpenghasilan dengan menangkap ikan disungai kemudian dijual ke pasar-pasar terdekat. Contoh lainnya seperti usaha Ibu Farida, beliau memiliki usaha produksi kerupuk udang dan kerupuk ikan

Ibu Efrinda dan anak beliau kak Yanti, yang memiliki usaha produksi kerupuk udang dan kerupuk ikan
Ini adalah kerupuk hasil buatan Ibu Efrinda dan anaknya yang nantinya di jual di pasar terdekat dan ada juga yang sudah digoreng baru dijual ke warung-warung.

Tidak hanya ibu Efrinda saja yang memiliki usaha, banyak warga yang memanfaatkan lahan basah ini dengan cara membuka usaha seperti rumah makan atau warung. Contoh lain seperti ibu ini, yang memiliki rumah makan soto dan sop khas banjar di atas sungai, sehingga ada sensasi pemandangan sungai yang tenang sambil menyantap salah satu makanan khas banjar satu ini.

Rumah makan soto dan nasi sop yang memanfaatkan lahan basah yaitu sungai untuk usaha, terletak di Kampung Hijau, Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Terlepas dari keuntungan ekonomi warga sekitar. Adapun permasalahan yang saya temui di daerah tersebut yaitu banyaknya sampah plastik dan sampah rumah tangga yang tidak ditanggulangi sebagaimananya. Kurangnya tempat pembuangan sampah yang layak diwilayah tersebut, membuat warga sekitar berfikir akan lebih baik membuang sampah disungai yang terlihat lebih mudah dan tidak harus pergi jauh untuk membuang sampah-sampah tersebut.

Seperti foto ini, terlihat sisa-sisa sampah kecil dan banyak tumbuhan eceng gondok di sungai.

Tetapi, masih banyak yang harus di tanggulangi salah satunya yaitu kesadaran warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Warga harus ikut andil dalam maalah ini dan berperan sangat penting. Warga setempat juga berharap, agar pemerintah menyediakan tempat sampah yang layak dan nyaman bagi warga sekitar. Dan akan lebih bagus jika jalan didaerah tersebut diperbaiki, sebab banyak jalan yang sudah rapuh akibat banjir yang sering melanda daerah disana. Sebagian jalan di sana terbuat dari kayu saja, yang akan mudah rapuh dan berjamur jika terlalu lama atau terlalu sering terkena air.

Selain kurangnya tempat pembuangan sampah, hambatan diwilayah tersebut yaitu memiliki jalan yang agak sempit sehingga transportasi darat seperti motor atau sepeda perlu bergantian lewat agak susah jika berbarengan.

Jalan yang agak sempit di Kampung Hijau. Tetapi jangan lupa hal ini, warga juga banyak menanam tanaman didepan rumah, yang membuat asri dan juga bermanfaat mengurangi panas pantulan cahaya matahari dari sungai.